Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header
Home

Rapat Kerja Kepala Bappeda se NTT

Published in: Artikel |

BAPPELITBANGDA NTT - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor B. Laiskodat, hari Rabu, 6/3/2019, membuka secara resmi kegiatan rapat kerja(raker) kepala Bappeda se NTT, bertempat di Hotel Neo By Aston Kupang. Pelaksanaan raker tersebut dimaksudkan untuk menselaraskan perencanaan pembangunan mulai dari pemerintah pusat, provinsi serta kabupaten/kota, melalui sasaran, indikator dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

BAPPELITBANGDA NTT - Dengan telah ditetapkannya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2018-2023, melalui peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019, tanggal 14 Februari 2019, Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan Daerah (BAPPELITBANGDA) Provinsi NTT, telah menyelenggarakan rapat bersama dengan utusan seluruh Perangkat Daerah(PD) tingkat Provinsi NTT, dalam rangka penyusunan Renncana Strategis Perangkat Daerah dan integrasi RPJMD 2018-2023, sesuai amanat Permendagri nomor 86 tahun 2017.

BAPPEDA NTT - Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Bidang Pengendalian dan Evaluasi menyelenggarakan Sosialisasi dan Dukungan Aplikasi Krisna-Selaras pada pelaksanaan Rakortekrenbang Penyusunan RKP 2020. Forum ini dihadiri oleh utusan dari Perangkat Daerah Tingkat Provinsi NTT, berlangsung di Ruang Rapat G. Boeky Bappelitbangda, Selasa, 19/2/2019.

BAPPEDA NTT - Membaca head line “Kupang Kota Terkotor di Indonesia” dalam Pos Kupang edisi Rabu, 16 Januari 2019 membuat kami sebagai warga masyarakat bertanya-tanya apakah selama ini pengelolaan sampah di Kota Kupang belum maksimal? Dalam berita itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menobatkan Kota Kupang sebagai Kota Sedang Terkotor di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. SK.649/MENLHK/PSLB3/PLB.0/12/2018. Predikat ini membuat Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang, Obed Kadji prihatin.