Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

RAKOR STUNTING

Rate this item
(0 votes)
Written by  Edy Latu | Published in: BARITA SEPTEMBER 2011

Stunting/pertumbuhan terhambat telah menjadi isu dunia. Berdasarkan hasil penelitian kesehatan dasar (Riskesdas) Tahun 2007 di Indonesia ditemukan 36,5% anak Balita mengalami Stunting. Di NTT pada Tahun 2007 penderita stunting mencapai angka 46,7% dan pada Tahun 2010 jumlahnya naik cukup tajam hingga mencapai angka 61,4% Penyebab terjadinya penderita Stunting di NTT antara lain karena ketidakcukupan Pangan dalam rumah tangga yang menyebabkan kekurangan asupan gizi makanan terutama pada anak usia 0-2 tahun, sanitasi lingkungan yang tidak layak serta belum berperannya tingkat pelayanan dasar seperti Pendidikan, pelayanan terhadap Ibu hamil yang belum maksimal pada Puskesmas maupun Posyandu.

Keadaan lain yang masih menyelimuti terjadinya stunting di NTT adalah bencana alam yang hampir terjadi setiap tahun ditambah lagi dengan krisis sosial lainnya pada tingkat lapisan masyarakat.Dengan dilaksanakannya Rakor Stunting oleh pihak Bappeda NTT dan Unicef kepada Jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik dan tabloid yang ada di Kupang, diharapkan dapat menemukan serta menyamakan persepsi yang sama terhadap isu stunting dalam pelbagai tingkat kehidupan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat NTT. Kegiatan berlangsung tanggal 4-5 Agustus 2011, di Hotel Grenia Kupang.

Read 2084 times

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.