Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header
BARITA SEPTEMBER 2011

BARITA SEPTEMBER 2011 (9)

 

Seminar Nasional Fasilitasi UNFPA, Bappeda Provinsi NTT dan BKKBN Provinsi NTT

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperkirakan jumlah penduduk dunia akan mencapai 7 miliar pada 31 Oktober 2011 mendatang. Indonesia akan menjadi penyumbang terbanyak keempat setelah Cina, India, dan Amerika Serikat dengan 237,6 juta orang di 2010. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia sekitar 1,49 persen per tahun, yang berarti setiap tahun jumlah populasi membengkak 3,5 juta hingga 4 juta orang.

Perencanaan Pembangunan

Rapat Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi dan Sinergi Perencanaan Pembangunan Daerah dengan tujuan mensinkronkan Rencana Program APBN Tahun 2012 dengan Rencana Program APBD Tahun 2012 serta mensinkronkan kesepakatan Musrenbang Provinsi kedalam dokumen anggaran Kabupaten/Kota erlangsung selama 5 hari diKupang dengan Narasumber Gubernur NTT, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Kepala Bappeda Provinsi NTT, Kasubdit Perencanaan Pembangunan Wilayah III Ditjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri, Direktur Alokasi Pendanaan Pembangunan Daerah Kementerian PPN/Bappenas dan Kasudit Data dan Informasi Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas.

 

Ketentuan pasal 20 ayat (3), pasal 37, pasal 42 ayat (2), dan pasal 51 Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, menyebutkan perlu ditetapkan aturan teknis yang lebih rinci dari Peraturan Pemerintah tersebut. Untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan dimaksud telah ditetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, pada tanggal 21 Oktober 2010 yang lalu. Permendagri dimaksud menjadi pedoman dalam penyusunan, pengendalian, dan evaluasi rencana dan pelaksanaan pembangunan daerah, sehingga sinergi pusat dan daerah dalam penyusunan program dan kegiatan pembangunan daerah berdasarkan kewenangan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan dapat terwujud secara bertanggung jawab.

 

Lembaga Perburuhan Internasional (ILO-EAST) Perwakilan NTT dan Bappeda Provinsi NTT melaksanakan Pelatihan Pengembangan Kewirausahaan kepada para PKM/ Pendamping Kelompok Masyarakat Program Pembangunan Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah, yang dialokasikan pada tiga wilayah antara lain, Untuk wilayah Sumba yang terdiri dari PKM Kabupaten Sumba Timur, PKM Kabupaten Sumba Tengah, PKM Sumba Barat Daya dan PKM Sumba Barat , peserta 22 orang.

Stunting/pertumbuhan terhambat telah menjadi isu dunia. Berdasarkan hasil penelitian kesehatan dasar (Riskesdas) Tahun 2007 di Indonesia ditemukan 36,5% anak Balita mengalami Stunting. Di NTT pada Tahun 2007 penderita stunting mencapai angka 46,7% dan pada Tahun 2010 jumlahnya naik cukup tajam hingga mencapai angka 61,4% Penyebab terjadinya penderita Stunting di NTT antara lain karena ketidakcukupan Pangan dalam rumah tangga yang menyebabkan kekurangan asupan gizi makanan terutama pada anak usia 0-2 tahun, sanitasi lingkungan yang tidak layak serta belum berperannya tingkat pelayanan dasar seperti Pendidikan, pelayanan terhadap Ibu hamil yang belum maksimal pada Puskesmas maupun Posyandu.

Launching SPADU (Sekretariat Terpadu) Bappeda Provinsi NTT dilaksanakan sekaligus dengan kegiatan Bimtek dengan peserta dari Kelembagaan Internasional yang berkarya di Provinsi NTT, Bappeda se  NTT,  LSM  Lokal  dan  SKPD  tingkat  Provisi  NTT.  Pada  momen tersebut,  Gubernur  Nusa  Tenggara  Timur  mengajak  lembaga internasional    yang  berkarya  di  NTT  untuk  bersama  Pemerintah Provinsi mempercepat pengentasan kemiskinan di daerah ini. “Kita  masih  butuh  kehadiran  lembaga  Internasional  untuk mendukung pengentasan kemiskinan di Daerah in “ kata Gubernur NTT,  Drs  Frans  Lebu  Raya,  ketika  membuka  Bimbingan  Teknis (Bimtek)  pengelolaan  kejasama  lembaga  internasional  di  Hotel Sasando Kupang (2/8/2011).

Tahun 2010 Pemerintah Provinsi NTT menetapkan 287 Desa/Kelurahan di NTT sebagai sasaran Program Desa Mandiri Anggur Merah. Dialokasikan dana sebesar Rp 250 juta untuk setiap Desa/Kelurahan serta alokasi insentif bagi Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) yang bersumber dari APBD NTT Tahun 2011.

Forum Kawasan Timur Indonesia (Forum KTI) adalah Forum yang bersifat independen dan terbuka yang secara aktif mendorong dan mengembangkan kemitraan para pihak serta mendorong inovasi sosial dalam menjawab tantangan pembangunan di Kawasan Timur Indonesia. Anggota Forum KTI adalah para pembaharu dari kalangan pemerintah daerah, perwakilan pemerintah pusat, legislatif, akademisi, LSM, sektor swasta, organisasi masyarakat lainnya, dan mitra pembangunan internasional.

 

Dialog Publik Interaktif dengan fokus evaluasi Pembangunan Desa Mandiri Anggur Merah, disiarkan secara langsung melalui Radio Kupang FM dalam durasi waktu 2 jam. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Resouces Centre (RC) Bappeda Provinsi NTT dengan berlangsung pada hari Selasa tanggal 13 September 2011 di Halaman Lopo Resources Centre  Bappeda Provinsi NTT.