Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header
BARITA NOVEMBER 2011

BARITA NOVEMBER 2011 (6)

Untuk mencapai pertumbuhan yang dibutuhkan, Indonesia perlu bergerak secara progresif dari ekonomi yang didasarkan pada sejumlah sumber daya alam (pertanian dan pertambangan) untuk meningkatkan nilai tambah dan investasi berbasis ekonomi.

ADAPTASI TERHADAP PERUBAHAN IKLIM

Masyarakat yang hidup di pulau-pulau kecil menjadi kelompok yang paling terpengaruh oleh dampak dari perubahan pada lingkungan akibat perubahan pola-pola cuaca dan iklim, karena mereka sangat bergantung pada hasil alam. Ancaman kenaikan permukaan air laut atau ketidakpastian musim tanam akibat cuaca yang tidak menentu berpengaruh langsung ke penghidupan keluarga. Namun demikian, masyarakat ini juga adalah kelompok yang memiliki kearifan lokal dan motivasi yang paling kuat untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya. Wilayah yang paling rentan dan sekaligus paling parah mengalami dampak perubahan iklim adalah daerah-daerah kepulauan. Meningkatnya tinggi muka laut dan suhu air laut akan meningkatkan erosi, mengurangi daya tahan alami bakau dan terumbu karang, dan pada gilirannya menghantam industri pariwisata.

 

SEMINAR NASIONAL REDS Linkage 2011 

Arahan Deputi Meneg PPN/Kepala Bappenas Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah : Ir. Max Hasudungan Pohan, CES, MA dalam Seminar Nasional Regional Economic Development Support (REDS) 2011 bahwa untuk mendukung ekonomi lokal dan daerah ada tiga fokus yang perlu diperhatikan untuk memperoleh dukungan yaitu :

Komunikasi dan kebutuhan data yang up to date merupakan keinginan semua pihak baik itu dalam kegiatan perencanan, penganggaran, dan sebagainya. Tersedianya data masih menjadi kendala dan hambatan yang sering ditemui sampai saat ini baik itu di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten.

Dalam  Era Keterbukaan Informasi Publik

Pada tahun 2008, Indonesia telah tercatat sebagai Negara kelima di Asia, dan ke76 di dunia yang secara resmi mengadopsi prinsip-prinsip keterbukaan informasi. Disahkannya undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (UU KIP) telah menempatkan Indonesia sejajar dengan India, Jepang, Thailand dan Nepal dalam hal pelembagaan kerangka Hukum bagi pemenuhan hak-hak public untuk mengakses proses-proses penyelenggara-an pemerintahan.

Pelatihan bagi Tim Pelatih Wilayah NTT di Kupang berlangsung dari tanggal 14-20 November 2011. Pelatihan ini bertujuan menyiapkan Fasilitator Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) Desa Kelurahan Mandiri Anggur Merah. Pelatihan yang difasilitasi PIKUL melibatkan Instruktur (Tim Metodologi), Pegawai Bappeda Provinsi NTT dan Fasilitator (Pelatih Wilayah) yang direkrut mewakili 5 (lima) wilayah di NTT yaitu :