Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

RAKOR DINAS KOPERASI SE-NTT

Rate this item
(0 votes)
Written by  Edy Latu | Published in: BARITA MARET 2012

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang belum menggembirakan, kecuali di beberapa kawasan tertentu saja, Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia menjadi perhatian serius Pemerintah Pusat yang diawali pernyataan Presiden RI tahun 2011. Provinsi NTT salah satu Provinsi yang mendapat program Percepatan Pembangunan, Saat ini menjadi focus perhatian Kementerian/Lembaga Pusat . Provinsi NTT yang meliputi 21 Kabupaten/Kota, berbagai upaya telah dilaksanakan diantaranya perbaikan mutu dibidang perencanaan, hal ini sangat diperlukan dukungan serta komitmen yang kuat dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota sebagai ujung tombak mempercepat Dan memperluas Pembangunan dalam berbagai Aspek.

 

Menyadari masih lemahnya pertumbuhan Ekonomi yang belum merata di seluruh Daerah Provinsi NTT, hal demikian menjadi sorotan tajam dalam berbagai pertemuan yang disampaikan Gubernur/Wakil gubernur NTT dalam mendorong Pemerintah maupun masyarakat di kabupaten/ Kota dalam setiap pertemuan kunjungan kerja. Sejalan dengan dorongan untuk menggairahkan pertumbuhan Ekonomi di Desa-Desa yang ada, serta dengan adanya berbagai program kerakyatan yang diturunkan langsung kemasyarakat yaitu Dana Program Desa /Kelurahan Mandiri Anggur Merah dan didukung oleh program dari Kabupaten/Kota dan replikasi Desa yang saat ini sudah berjalan, maka diperlukan wadah untuk memperkuat saluran perkembangan ekonomi masyarakat yaitu memperkokoh Lembaga Koperasi , baik yang dibangun oleh masyarakat di Desa/Kelurahan, maupun lembaga koperasi yang dibangun Pemerintah.

Pertumbuhan Lembaga Koperasi yang sudah cukup merata disetiap wilayah Daerah ini, walaupun belum cukup meningkatkan  taraf Ekonomi masyarakat, hal tersebut se demikian disadari karena Lembaga koperasi yang ada dimasyarakat belum dijadikan sebagai lembaga permanen bagi masyarakat yang membangunnya. Ide membangun lembaga koperasi yang ada di masyarakat masih belum menjadi suatu wadah penopang ekonomi kemasyarakatan yang ada, ini dikarenakan masyarakat kita belum bisa diajak untuk disiplin serta kerja keras.

Alokasi Sumber Daya Manusia yang berpendidikan baik (SLA, D3, SI) belum memadai sehingga yang terjadi rata-rata tamatan SD dan masih dominan berdomisili di desa, kondisi demikian akan memperlambat roda percepatan pertumbuhan ekonomi yang lambat laun sangat tergantung intervensi pihak eksternal . kondisi seperti ini menjadi salah satu hal yang perlu menjadi solusi bagi keberlangsungan jalannya perkoperasian. belum lagi kendala yang sering di alami karena faktor teknis seperti support terhadap pasokan hasil bumi dari olahan masyarakat petani yang skala kualitasnya jauh di bawah rata-rata , serta faktor Alam (bencana alam) yang menjadikan masyarakat sulit mengendalikan dalam keadaan tertentu, sehingga untuk mengantisipasi kendala yang ada tergantung kecepatan informasi dan komunikasi dalam mengalokasikan pasokan pemenuhan kebutuhan yang waktunya sulit untuk ditentukan batasan-batasan yang sangat tergantung perubahan secara alamiah.

Namun disyukuri bahwa, sudah cukup banyak Lembaga Koperasi yang telah berhasil di beberapa wilayah di NTT, diataranya, Koperasi Obor Mas, Serviam, Swastisari dan beberapa lainnya yang sudah maju. Gubernur NTT yang membuka Rapat kerja Dinas Koperasi Se – NTT di Labuan Bajo tanggal 27 Pebruari 2012, mengharapkan lembaga Koperasi yang sudah terbentuk saat ini dan sudah berjalan, dapat menjadi daya ungkit dan daya dorong untuk pertumbuhan dan perkembangan Ekonomi masyarakat Pedesaan di NTT. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTT yang didampingi Wakil Bupati Kabupaten Manggarai Barat, menyerahkan Sumbangan dana kepada para pengurus Koperasi dan penyerahan Surat Keputusan Berbadan Hukum bagi lembaga Koperasi yang ada di Wilayah tersebut yang di keluarkan oleh Dinas Koperasi Provinsi NTT. 

Read 534 times
Last modified on Saturday, 21 September 2013 05:47

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.