Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KPRI BANGUN JAYA

Rate this item
(0 votes)
Written by  Anastasia Waso, S.Pi | Published in: BARITA MARET 2012

Kegiatan Bappeda Provinsi NTT Tahun 2012 di diawali dengan RAPAT ANGGOTA TAHUNAN (RAT) KPRI BANGUN JAYA Tahun Buku 2011 yang dilaksanakan pada hari Selasa, 4 Januari 2012 di Aula Rapat Bappeda Provinsi NTT. Kepala Bappeda Provinsi NTT diwakili Sekretaris Bappeda Provinsi NTT, DR. dr. H.A. Fernandez, M.Kes dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kemajuan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Bangun Jaya setelah 2,5 tahun berjalan.

 

Dan mengharapkan peran maksimal anggota koperasi dalam Tahun Buku 2012. Ketua Pengurus KPRI Bangun Jaya, DR Jelamu A. Marius, MSi. dalam Laporan Pertanggungjawabannya menyampaikan bahwa jumlah anggota KPRI BAJA Kupang pada bulan Desember Tahun 2011 adalah 141 orang. Volume pinjaman kepada 118 Anggota sebesar Rp. 607.766.556 dan volume penjualan sampai Desember 2011 sebesar Rp. 521.918.786. Penghargaan kepada pengurus KPRI Bangun Jaya juga disampaikan oleh Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, MSi. yang hadir dalam pembukaan acara RAT kali ini. Selanjutnya disampaikan bahwa dilaksanakannya Rapat Anggota Tahunan (RAT) bagi suatu organisasi koperasi merupakan suatu kewajiban sebagaimana telah diatur dan digariskan oleh Undang-Undang Koperasi Nomor 25 tahun 1992. Koperasi sebagai salah satu lembaga ekonomi yang berwatak sosial dan kekeluargaan sebagaimana dimana dalam pasal 33 Undang Undang Dasar 1945 mengemban misi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama mereka yang tergabung dalam wadah/keanggotaan koperasi.

Oleh karenanya, koperasi harus kita perhatikan sungguh-sungguh keberadaan dan perkembangannya di Provinsi ini. Sejalan untuk mewujudkan NTT Rapat Anggota Tahunan KPRIsebagai Provinsi Koperasi yang merupakan salah satu dari empat tekad Pemerintah Nusa Tenggara Timur, diharapkan menjadi lembaga ekonomi yang berpihak pada rakyat dalam kerangka meningkatkan pendapatan masyarakat. Pemerintah Provinsi dan pemerintah kabupaten/kota bersinergi dalam mewujudkan NTT sebagai Provinsi Koperasi. Tahun 2009 empat kabupaten yang menjadi Kabupaten Koperasi yaitu Kabupaten: Flores Timur, Sikka, Ende Dan Ngada. Menyusul Tahun 2010 bertambah 1 Kota dan 8 Kabupaten yaitu Kota Kupang, TTU, Belu, Alor, Lembata, Nagekeo, Manggarai, Manggarai Barat Dan Rote Ndao. Atas keberhasilan tersebut Provinsi NTT mendapat penghargaan Paramadhana koperasi sekaligus penetapan NTT sebagai Provinsi Koperasi oleh Kementerian Koperasi Dan UKM Republik Indonesia. Pembentukan dan pengembangan koperasi diharapkan juga dilakukan oleh SKPD lingkup pemerintah Provinsi NTT Dan Kabupaten/Kota.

Sehingga usaha koperasi menjadi milik seluruh lapisan masyarakat termasuk PNS. Wakil Gubernur NTT juga mengharapkan koordinasi agar bisa memfasilitasi pembentukan Koperasi di Desa Mandiri Anggur Merah. Melihat karakter masyarakat NTT perlu ada upaya bersama untuk memberikan motivasi: pola hidup sederhana dan budaya maenabung dalam masyarakat kita. Dari aspek ekonomi koperasi bisa membangun kehidupan ekonomi kreatif di Desa Mandiri Anggur Merah. Pilihan komoditas harus sesuai potensi daerah tempat tinggal. Fungsikan tenaga kontrak dan tenaga honor untuk menjadi pegawai koperasi. Koperasi memberikan solusi bagi peningkatan pendapatan keluarga dan masyarakat sehingga secara langsung akan berkontribusi bagi peningkatan PAD. Dalam RAT KPRI Bangun Jaya Tahun Buku 2011 ini juga diisi dengan penyerahan Tanda Kasih bagi beberapa Pensiunan Pegawai Bappeda Provinsi NTT juga Door Price dan undian bagi Anggota KPRI Bangun Jaya.

Read 2091 times
Last modified on Saturday, 21 September 2013 03:32

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.