Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

FORUM KTI WILAYAH NTT

Rate this item
(1 Vote)
Written by  John Subani | Published in: BARITA JUNI 2013

Perempuan dan Pembangunan

Masyarakat Lokal


Sentralistik pembangunan nasional selama tiga dekade terakhir telah memarjinalkan “masyarakat Lokal” yaitu satuan masyarakat lintas-batas  administrasi desa, kecamatan dan kabupaten yang diikat oleh ragam hubungan kerjasama sosial ekonomi sebagai basis perkembangan mandiri. Gaya perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan yang bersifat sentralisitik, “dari atas ke bawah” (top down approach) telah mengurangi inisiatif masyarakat lokal sekaligus menjauhkannya dari sumberdaya sosial ekonomi yang seharusnya menjadi hak masyarakat tersebut.

 

 

Dampak dari pembangunan nasional yang serba sentarlistik tersebut akhirnya akan menimbulkan kemiskinan bagi kalangan masyarakat. Dampak dari pola pembangunan seperti itu juga akan menimbulkan ragam bentuk gerakan protes yang menuntut keadilan, mulai dari bentuk apatisme, penarikan diri, dan unjuk rasa. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah dalam upaya untuk meminimalisir dampak dari kemiskinan yang dihadapi masyarakat, salah satunya adalah dengan cara pemberdayaan ekonomi lokal.

ekonomi dan pengembangan modal sosial; Serta membangun daya saing, melalui peningkatan produktifitas, efisiensi sumber daya penduduk miskin menuju pasar, mendukung keberlanjutan inovasi produk unggulan, dan kemitraan regional. Forum Perempuann kelurahan lahir dari sebuah tekad sesama perempuann yang peduli terhadap kepentingan dan kemajuan perempuan yang selama ini masih di pandang sebelah mata atau masih termarginalkan oleh budaya dan lain- lain. Keanggotaan forum perempuan merupakan spirit pergerakan perempuan dalam membangun basis perekonomian perempuann dan penguatan kapasitas perempuann serta menampilkan jati diri perempuann dalam turut membangun bangsa dan citra kemandirian perempuann. Perempuann yang tergabung dalam Forum Perempuan memiliki semangat dan ruang gerak kemandirian yang luar biasa dalam mempertahankan usaha perempuann dari aspek ekonomi,social budaya,politik dan kesetaraaan gender.dalam perjalanannya Forum perempuann telah memberikan kontribusinya dalam menopang ekonomi perempuann serta perannya dalam berbagai ruang publil, yaitu melakukan peran musrenbang perempuann tingkat kelurahan dan kecamatan untuk mengangkat hal-hal yang menyangkut hak-hak dasar perempuann. Perempuann dengan potensi yang dimiliki berupaya maksimal untuk bisa mempertahankan keberlanjutan uasaha yang di kembangkan serta hak-hak dasar lainnya seperti upaya ketahanan pangan melalui berbagai  usaha yang di kembangkan oleh perempuan seperti pertanian, peternakan dan perikanan memberikan kontribusi terhadap kehidupan keluarga untuk mencapai kesejahtreaan dan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain di sekitarnya. Seperti yang diketahui bersama bahwa ada upaya pemerintah untuk menghapus segala diskriminasi terhadap perempuan, yaitu dengan membuat konvensi penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan (CEDAW) tapi dalam kenyataannya perjuangan untuk mengimplementasikannya tidak mudah. Nilai-nilai sosial budaya yang bias gender, telah sangat melekat dan berakar dalam kehidupan masyarakat kita yang kemudian melahirkan berbagai macam ketidakadilan pada perempuann dan hal ini sangat merugikan kaum perempuan. Di Provinsi NTT tidak sedikit realitas yang menunjukkan adanya ketimpangan gender dalam masyarakat. Contoh: Seorang perempuan harus memikul beban ganda yakni menjalani peran

“sebagai ibu rumah tangga” (peran domestik), istri dan pencari nafkah (peran publik). Rumah yang seharusnya menjadi tempat teraman bagi perempuan namun dalam kenyataannya tidak demikian. Secara budaya, perempuan dipaksa menerima kenyataan ketidakadilan tersebut sebagai sesuatu yang wajar karena dia adalah seorang perempuan. Dalam konteks bernegara, perempuan juga mengalami marginalisasi dan diskriminasi terutama berkaitan  dengan kebijakan-kebijakan negara yang diskriminatif dan melanggar secara langsung hak dan kepentingan aspirasi perempuan. Sebagai contoh pembatasan kelahiran (KB) yang dalam pelaksanaannya sering kali melanggar hak-hak dasar perempuan sebagai seorang manusia. Seorang perempuan wajib menjalankan program KB sedangkan suami (laki-laki) tidak diwajibkan menjalankan program ini. Alat kontrasepsi hanya dikenakan oleh perempuan. Pelanggaran negara terhadap hak asasi perempuan juga terjadi dengan diabaikannya persoalan hak dasar perempuan seperti hak atas pendidikan, kesehatan reproduksi, ekonomi (ahli waris), juga keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan sering dibatasi serta hak-hak yang lainnya. Hal inilah yang membuat ruang gerak perempuan semakin terbatas. Berdasarkan kondisi diatas maka forum perempuan berinisiatif melakukan diskusi /sharing  bersama untuk membahas serta melahirkan ide-ide baru untuk melakukan perubahan - perubahan yang mendukung perempuan dalam setiap pengambilan keputusan dan kebijakan terhadap perempuan. Tujuan dari pelaksanaan diskusi/sharing tersebut adalah adanya akses dan kontrol terhadap pengambilan keputusan, adanya jaminan perempuan marginal baik kualitas maupun kuantitas dapat menduduki posisi pengambil keputusan, meningkatkan pemahaman dan kemampuan kelompok perempuan marginal untuk memperjuangkan hak-hak dasar, adanya proses belajar. Ada pun hasil-hasil yang diharapkan dari diskusi/sharing adalah dapat memberdayakan perempuan melalui peningkatan kualitas sumbar daya manusia melalui pemberdayaan ekonomi bagi perempuan, pendidikan dan kesehatan perempuan dengan melibatkan aparatur penyelenggara pemerintahan daerah, terwujudnya perempuan yang bertanggung jawab dan berani tampil secara individu/kelompok untuk membuat perubahan sesuai hak tanpa mengabaikan kewajiban sebagai perempuan, Lahirnya ide-ide baru dari perempuan terkait pertisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan.

 

Read 5275 times
Last modified on Wednesday, 04 December 2013 08:09
More in this category: « PARIWISATA

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.