Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header
Artikel

HARI NUSANTARA 2016

Published in: Artikel |

BAPPEDA.NTTPROV.GO.ID – Jauh sebelum negeri ini bernama Indonesia, Indonesia sudah dikenal dengan nama Nusantara. Secara etimologis, Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sanskerta, yaitu nusa yang berarti “pulau” dan antara yang berarti “luar”. Nusantara digunakan untuk menyebut pulau-pulau di luar Majapahit (Jawa).

Kata Nusantara didapatkan dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada yang diucapkan dalam upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Kerajaan Majapahit (tahun 1258 Saka/1336 M) yang tertulis di dalam Kitab Pararaton sebagaimana yang tertuang dalam Sumpah Palapa Mpu Prapanca dan Patih Gadjah Madah.

Keberadaan Hari Nusantara menjadi momentum untuk membangkitkan memori masa lalu ketika Sumpah Gajah Madah yang menyatukan seluruh wilayah Nusantara. Wilayah yang terdiri darat dan laut yang menjadi satu kesatuan kepulauan.

BAPPEDA.NTTPROV.GO.ID - Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki wilayah laut terluas serta memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia. Indonesia juga memiliki wilayah perairan yang kaya dengan potensi cadangan energi, potensi perikanan, potensi pariwisata bahari, serta memiliki jalur pelayaran strategis yang dapat dimanfaatkan sebagai basis pengembangan kekuatan geopolitik, ekonomi dan budaya bahari.

 

Untuk itu Indonesia membutuhkan terobosan baru guna memanfaatkan potensi wilayahnya. Terobosan berupa pengembangan konsep Tol Laut melalui elaborasi perencanaan trayek angkutan laut, subsidi angkutan laut, revitalisasi pelayaran rakyat dan pengembangan industri berbasis komoditi wilayah, menjadi hal yang penting untuk direalisasikan. 

MUSRENBANG RKPD PROVINSI NTT 2016

Published in: Artikel |

MUSRENBANG RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2016 MENGHASILKAN DUA KESEPAKATAN PENTING

 

BAPPEDA.NTTPROV.GO.ID – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diselenggarakan pada tanggal 14 April 2016 di Hotel Ima, Kupang, berjalan sukses. Forum ini sangat strategis dan penting karena seluruh pemangku kepentingan dapat melakukan penajaman, penyelarasan dan klarifikasi sehingga tercapai kesepakatan terhadap Rancangan RKPD Nusa Tenggara Timur tahun 2017.

 

Musrenbang RKPD Provinsi NTT 2016 diselenggarakan setelah melewati satu tahap penting, yaitu kegiatan Pra Musrenbang RKPD Provinsi yang berlangsung selama 2 (dua) hari, 12 – 13 April 2016.

GUBERNUR NTT, FRANS LEBU RAYA: PROGRAM PRIORITAS TIDAK BERARTI MENGABAIKAN PROGRAM ATAU KEGIATAN LAIN

 

 

BAPPEDA.NTTPROV.GO.ID – Musyarawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016 ditutup oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Frans Lebu Raya, Kamis (14/4/15).

 

Di awal penyampaian Arah Kebijakan Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Gubernur Frans Lebu Raya menyampaikan permohonan maaf karena ia tidak bisa hadir secara penuh seluruh rangkaian forum terhormat ini, karena ia harus menghadiri upacara pemakaman Yakob Nuwa Wea (Mantan Menteri Tenaga Kerja RI dan tokoh senior PDI Perjuangan, Redaksi).

BAPPEDA.NTTPROV.GO.ID – Pada kesempatan sambutan penutupan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016, Kamis, 14/4/15, Gubernur Nusa Tenggara Timur mengajak semua pihak bersama-sama membangun Nusa Tenggara Timur tercinta ini.

 

Gubernur kembali menandaskan, Perencananan pembangunan untuk tahun 2017 diwarnai berbagai kebijakan penting, yaitu, pengalihan urusan atau kewenangan; adanya kebijakan satu peta; dan perubahan paradigma money follow function menjadi money follow program.

ANWAR PUA GENO : POKIR DPRD MEMILIKI RELAVANSI DAN MUATAN ERAT DENGAN VISI DAN MISI PEMERINTAH PROVINSI NTT

 

 

BAPPEDA.NTTPROV.GO.ID – Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bapak Anwar Pua Geno, menyampaikan Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis, 14 April 2016. Pokir ini akan dimuat pada dokumen Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) yang merupakan penjabaran dari dokumen RPJMD. Hal ini dilakukan untuk mencapai visi Pemerintah Provinsi NTT sebagaimana ditetapkan dengan Pertaturan Daerah NTT No. 1 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.

 

 

Dalam rangka memperingati HUT RI ke 71

Bappeda Provinsi NTT berkejasama dengan Yayasan Wahana Visi Indonesia dan Yayasan BaKTI

akan menyelenggarakan acara : FESTIVAL PRAKTIK CERDAS PEMBANGUNAN NTT

pada tanggal 18 - 20 Agustus 2016 di Kupang

Pelaksanaan rapat koordinasi teknis para kepala Bappeda se Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berlangsung di Kupang selama 2 hari tanggal 7 – 8 april 2016 bertempat di hotel Ima Kupang, dalam rangka mensinergikan kebijakan strategi perencanaan serta akselerasi pembangunan di provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2017.

Dari rangkaian kegiatan pertemuan teknis rapat kepala Bappeda se NTT tersebut disampaikan beberapa materi pendukung arah perencanaan prioritas pembangunan tahun 2017 dengan pendekatan “money follow program” antaranya,

 Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 22 kabupaten/kota se Nusa Tenggara Timur tahun 2016 yang di laksanakan sejak pertengahan bulan maret dan puncaknya hingga tanggal 1 april 2016 seluruhnya telah di laksanakan di kabupaten/kota masing-masing, sesuai dengan surat undangan pelaksanaan Musrenbang tingkat kabupaten/kota yang diterima oleh Sekretariat Umum Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Advokasi Isu Perubahan Iklim Dalam Kegiatan Sosialisasi Penyusunan RPJMD Kabupaten Sumba Timur 2016-2021

 

 

Bupati Sumba Timur, Gideon Mbilijora, pada tanggal 30 April 2016membuka kegiatan Sosialisasi Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumba Timur 2016-2021 yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan staf perencana di lingkup Pemerintah Daerah Sumba Timur dan meningkatkan kualitas RPJMD berdasarkan Permendagri nomor 54 tahun 2010. Sumba Timur merupakan salah satu dari 9 kabupaten di NTT yang harus menyusun RPJMD baru dan juga merupakan satu dari 3 kabupaten target SPARC (Strategic Planning and Action to strengthen climate resilience of Rural Communities in NTT).Proyek SPARC dilaksanakan atas kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi NTT dengan dukungan hibah dari Global Environment Facility (GEF)/Dana Khusus Perubahan Iklim (Special Climate Change Fund/SCCF) yang disalurkan melalui United Nations Development Programme (UNDP).