Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header
Artikel

Anugerah Pangripta Nusantara

Written by | Published in: Pde |

Upaya Pemantapan Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah

 

Kupang (BAPPEDA Spotlight) - Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan pada masa depan dengan tepat melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia.

Sedangkan perencanaan pembangunan daerah disusun untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan dalam pelaksanaan pembangunan. Perencanaan pembangunan ini disusun dengan maksud untuk melakukan efisiensi yaitu mencegah terjadinya pemborosan karena kegiatan-kegiatan yang kurang tepat. Selain itu juga agar terciptanya efektifitas dalam pencapaian tujuan pembangunan.

 

Instrumen dokumen Perencanaan Pembangunan Nasional yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai acuan utama dalam memformat dan menata sebuah bangsa, mengalami dinamika sesuai dengan perkembangan dan perubahan zaman.

 

Dokumen perencanaan terkini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional/SPPN. Lahirnya UU SPPN ini, paling tidak dapat memberikan kejelasan hukum dan arah tindak dalam proses perumusan perencanaan pembangunan nasional kedepan, karena sejak bangsa ini merdeka, baru kali ini perencanaan pembangunan nasional ditetapkan melalui UU, dimana memberi kejelasan bahwa peran dan fungsi lembaga pembuat perencanaan pembangunan selama ini baik di pusat maupun di daerah sangat besar dan cukup strategis dalam penataan perjalanan sebuah bangsa untuk menatap masa depannya.

Diskusi Panel

Written by | Published in: Artikel |

Diskusi Panel Mitra Pembangunan Dengan SKPD Provinsi NTT

 

Kupang (BAPPEDA News) - Kehadiran Mitra Pembangunan dalam hal ini lembaga Internasional yang mendukung program dan kegiatan pembangunan di Nusa Tenggara Timur, merupakan potret kesejahteraan rakyat NTT yang tercermin pada profil kemiskinan dan profil IPM yaitu adanya relasi antara MDGs dan RPJMD NTT. Delapan persoalan yang menjadi target MDGs merupakan persoalan yang dihadapi masyarakat NTT yaitu, kemiskinan,

Download Buku Saku

Written by | Published in: Artikel |

PROGRAM PEMBANGUNAN

DESA MANDIRI ANGGUR MERAH 2014

 

 

Program Pembangunan Terpadu Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah sebagai program pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan kewilayahan terpadu memiliki posisi strategis karena perannya sebagai salah satu solusi peningkatan pendapatan perkapita, menurunkan prosentasi penduduk miskin; meningkatkan produktivitas tenaga kerja sektor pertanian; mendukung pelaksanaan 8 agenda pembangunan; dan mendukung penyiapan lapangan kerja di pedesaan terutama tenaga kerja yang bekerja pada sektor pertanian.

 

Pembangunan Terpadu Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah dilaksanakan secara partisipatif, transparan dan terpadu dengan melibatkan semua stakeholder. Untuk menjamin konsistensi pelaksanaan maka ditetapkan Buku Saku Program Pembangunan Terpadu Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah sebagai penjabaran dari Pedoman Pembangunan Terpadu Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah Tahun 2014-2018.

 

Perekonomian Nusa Tenggara Timur tidak lagi didominasi secara tunggal oleh sektor pertanian. Sektor jasa-jasa mulai bergerak menunjukkan dominansinya pada perekonomian Nusa Tenggara Timur.

 

PDRB NTT 2013 Menurut Sektor

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Pertumbuhan Ekonomi merupakan 2 indikator yang sering digunakan untuk melihat kondisi perekonomian suatu wilayah. Ada dua sistem nilai yang digunakan dalam menghitung PDRB, yaitu atas dasar harga berlaku (ADHB) pada setiap tahun penghitungan dan atas dasar harga konstan (ADHK) dengan tahun dasar 2000. PDRB ADHB umumnya digunakan untuk mengamati struktur ekonomi di wilayah yang bersangkutan, sedang PDRB ADHK untuk mengamati pertumbuhan ekonomi.

 

Penutupan Pelatihan Kajian Kerentanan Dampak Perubahan Iklim

“Memberdayakan Masyarakat Pedesaan didalam Beradaptasi Terhadap Perubahan Iklim”

 

 

Kupang (BAPPEDA News) - Meningkatkan kepasitas dan memberdayakan masyarakat pedesaan didalam beradaptasi terhadap perubahan iklim sangat dibutuhkan didalam mewujudkan keamanan pangan, air dan mata pencaharian. Masyarakat yang memiliki kapasitas didalam memahami dampak perubahan iklim, tanda-tanda yang terjadi dan melakukan aksi-aksi adaptasi akan memiliki ketahanan terhadap iklim. Demikian Ir. Arif Wibowo, MSc menyampaikan didalam acara penutupan Pelatihan Kajian Kerentanan Dampak Perubahan Iklim bagi aparatur pemerintah di Hotel T-More, Jumat 14 Februari 2014.

AUSTRALIA AWARDS SCHOLARSHIP

 

Program beasiswa Australia Awards Scholarships tahun 2014 telah dibuka tgl. 1 Februari 2014 dan ditutup tgl. 18 Juli 2014. Keterangan lebih lanjut mengenai beasiswa ini, termasuk format aplikasi dapat diunduh melalui website: http://www.australiaawardsindonesia.org/

Program AIPD seperti tahun-tahun sebelumnya dapat mengajukan daftar nominasi untuk mendapatkan beasiswa Australia Awards Scholarships kendati tidak dapat menjamin bahwa para kandidat yang dinominasikan pasti akan mendapatkan beasiswa tersebut.

Petani dan masyarakat pedesaan perlu mempunyai kemampuan didalam melaksanakan kegiatan ekonomi dan produksi yang merespon perubahan iklim. Karena itu, program-program yang direncanakan dalam sektor harus dapat mengakmodasi kebutuhan ditingkat petani dan masyarakat pedesaan sesuai dengan kondisi local. Pemahaman kondisi local menjadi syarat penting untuk bisa mengakomodasi kebutuhan petani dan masyarakat sehingga arah pembangunan disetiap sektor menjadi tepat sasaran. Demikian Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Wayan Darmawa, MT menyampaikan arahan pada acara pembukaan Pelatihan Kajian Kerentanan Dampak Perubahan Iklim di Hotel T-More, Selasa, 11 Februari 2014.

Kupang (BAPPEDA News) - RPJMD Provinsi NTT 2013-2018 yang telah ditetapkan dengan peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 mengamanatkan kita untuk mewujudkan Visi kita, yaitu, Terwujudnya Masyarakat Nusa Tenggara Timur Yang Berkualitas, Sejahtera Dan Demokratis Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk mewujudkan hal ini, dalam RPJMD telah ditetapkan Misi, Tujuan dan Sasaran yang akan dicapai lima tahun, serta program yang dilakukan untuk mencapai cita-cita tersebut. Demikian mengawali kata sambutan Wakil Gubernur NTT Drs. Benny A.Litelnoni,SH, M.Si ketika menutup kegiatan Coaching Clinik dan Verifikasi penyusunan Renncana Strategis/Renstra, Satuan Kerja Perangkat Daerah 2013-2018 di Aula Badan Diklat Provinsi NTT hari senin tanggal 10 pebruari 2014.

 

Selanjutnya disampaikan, pencapaian Visi dan Misi yang sudah ditetapkan dalam RPJMD tidak bisa tidak harus didukung oleh semua SKPD lingkup Pemerintah Provinsi NTT dalam rencana strategis masing-masing SKPD, yang menjadi pedoman penetapan Renja SKPD dan digunakan sebagai instrumen evaluasi pencapaian kinerja masing-masing SKPD.

PERKEMBANGAN TINGKAT KEMISKINAN NTT SEPTEMBER 2012-SEPTEMBER 2013

 

 

Persentase penduduk miskin di Nusa Tenggara Timur pada bulan September 2013 sebesar 20,24 persen turun sebesar 0,17 persen dari 20,41 persen pada September 2012. Walaupun turun, tetapi secara absolut naik sebesar 8,86 ribu orang dari 1.000,29 ribu orang menjadi 1.009,15 orang pada periode yang sama. Hal ini dimungkinkan terjadi karena pertambahan penduduk secara keseluruhan lebih cepat yaitu sebesar 85 ribu dibandingkan dengan pertambahan penduduk miskin (sebesar 8,86 ribu orang).