Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

Potret Produk Unggulan Daerah NTT

Rate this item
(0 votes)
Published in: Artikel

BAPPELITBANGDA NTT – Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan daerah kepulauan yang terdiri dari 22 kabupaten/kota, dimana mayoritas masyarakatnya masih mengandalkan pertanian dan peternakan yang merupakan sumber penghidupan utama masyarakat pedesaan.

Dorongan alokasi anggaran pemerintah daerah provinsi Nusa Tenggara Timur untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi komitmen kuat saat ini yang didasarkan pada upaya pengembangan potensi sumber daya lokal peternakan dan pertanian, pariwisata sebagai prime mover ekonomi, serta dukungan produk unggulan daerah yang ada di setiap kabupaten/kota.

Guna meningkatkan kualitas pembangunan di desa-desa, diperlukan penguasaan, pengembangan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta inovasi teknologi tepat guna oleh masyarakat perdesaan. "rata –rata saat ini di beberapa daerah model pertanian dan peternakan kita masih tradisional," untuk membantu model pertanian maupun peternakan tradisional maka, inovasi serta keterpaduan antara dinas teknis pada semua elemen tingkat pemerintah provinsi maupun kabupaten, segala yang tradisional itu harus perlu disempurnakan dengan sentuhan teknologi.

Oleh karena pertanian dan peternakan merupakan sumber penghidupan utama masyarakat pedesaan. Maka peningkatan kesejahteraan masyarakat haruslah dimulai dari desa dan didasarkan pada pengembangan potensi sumber daya lokal yang utamanya adalah peternakan terintegrasi dan pertanian terpadu.Pembangunan produk-produk potensi unggulan daerah-daerah di NTT saat ini belum mampu meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat secara signifikan. Hal tersebut disebabkan karena pola pengembangan ekonomi daerah/lokal yang sedang dan telah dilaksanakan daerah terkesan kurang sistematik.

Faktor-faktor tersebut diatas menjadi penyebab kurang berkembangnya potensi ekonomi daerah dan berakibat rendahnya daya saing ekonomi daerah. Rendahnya daya saing ekonomi dalam mengelola produk-produk unggulan daerah tersebut pada akhirnya, arus masuknya investasi menjadi kurang signifikan. Melalui upaya kerja kolaboratf yang saat ini didorong dengan pendekatan HITS (holistik, integrasi, tematik, spasial), agar pengembangan ekonomi daerah dapat berhasil dan berdaya guna, maka perlu diupayakan pengembangan potensi ekonomi daerah melalui pengembangan produk unggulan daerah melalui sinergi aspek produk unggulan daerah hulu sampai hilir paling kurang satu (1) desa satu produk unggulan.

Dalam pelaksanaan rapat koordinasi Kemiskinan dan Workshop Tematik II, Pengembangan Daerah Tertinggal, dihadiri oleh unsur Bappelitbangda kabupaten serta stakeholder lainnya se-Provinsi NTT, yang dilaksanakan di Kupang, tanggal (30/31/7/2019) bertempat di Aula G. Boeky-Bappelitbangda Provinsi NTT, sala satu materi yang disampaikan dalam rapat dimaksud yaitu terkait Potret Produk Unggulan Daerah pada 18 kabupaten NTT. Terkait potret produk unggulan daerah tersebut, Jhoni Ataupah, selaku Kabid Pemerintahan Sosial Budaya pada Bappelitbangda Provinsi NTT, menyampaikan antaranya, keunngulan komparatif serta potensi sumber daya lokal.

Lebih lanjut di katakannya kepada peserta rakor bahwa, pengembangan ekonomi lokal merupakan proses membangun dialog dan kemitraan aksi para pihak yang meliputi pemerintah daerah, organisasi masyarakat lokal serta para pengusaha lokal. Pilar-pilar pokok strateginya adalah meningkatkan daya tarik, daya tahan, dan daya saing ekonomi lokal. Produk unggulan adalah produk yang potensial dikembangkan pada suatu wilayah dengan memanfaatkan SDA dan SDM lokal yang berorientasi pasar dan ramah lingkungan, sehingga memiliki keunggulan kompetitif dan siap menghadapi persaingan global. Produk unggulan sebisanya “dikelola bukan dengan harga kaki lima, kalau bisa premium“. (unduh potret unggulan lokal daerah). Produk unggulan daerah itu harapannya adalah, masyarakat bisa lebih fokus dan memiliki kepastian dalam pengelolaan sumber daya apakah, SDA, budi daya tanaman, peternakan maupun industri kecil dan kerajinan.

Dengan adanya pengelolaan dengan aksi yang berkesinambungan tentunya tidak ada keraguan masyarakat untuk memproduksi. Karena pemerintah maupun swasta sebagai mitra mampu mengakomodir ke jalur distribusi atau pemasaran dengan target pasar yang jelas.

Jika tidak ada pengelolaan mata rantai produksi, kapasitas dan ketersediaan bahan baku, produksi dan Sumber Daya Manusia dan pemasaran yang jelas, produk unggulan akan tenggelam dan terlupakan. Produk unggulan akan menjadi sebatas referensi dan presentasi.

Seyogyanya produk unggulan itu adalah yang mudah dikenal, mudah diingat, mudah ditemukan, dan Selalu tersedia. Produk unggulan yang mencirikan suatu daerah, dan mensejahterakan masyarakat tentunya.

Aspek-aspek terkait perencanaan daerah terkait produk unggulan daerah dalam rakor kemiskinan daerah tertinggal tersebut yaitu, Bappelitbangda kabupaten/kota dapat menjadikan acuan dalam proses perencanaan program dan kegiatan daerah selain itu memberi masukan informasi tentang potensi unggulan daerah dalam Rencana Aksi Nasional (RAN). (sumber informasi : Bidang Pemsosbud - Bappelitbangda NTT/Edy Latu).

Unduh : Potret Potensi Daerah NTT

Read 120 times
Last modified on Thursday, 01 August 2019 07:24