Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

Pembangunan Pariwisata Dan Industri Pariwisata Serta Pelestarian Lingkungan Hidup

Rate this item
(0 votes)
Published in: Artikel

 BAPPELITBANGDA NTT – Pembangunan Pariwisata dan Industri Pariwisata saat ini merupakan satu kesatuan bagian yang penting dalam mendukung dimensi pembangunan nasional dan daerah. Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan daerah kepulauan yang berbatasan langsung dengan benua Australia dan Negara Timor Leste.

Melalui kepemimpinan Gubernur Viktor B. Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Yosef A. Naesoi, periode 2018-2023 bertekad untuk Membangun NTT sebagai gerbang dan pusat pengembangan pariwisata nasional.

Upaya pengembangan pariwisata dan industri pariwisata di NTT saat ini, mencakup lingkungan sosial dan ekonomi. Pariwisata telah menjadi industri yang sangat menjanjikan dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam berbagai aspek, dimana akan terjadinya kesempatan kerja serta peluang peningkatan taraf hidup bagi masyarakat setempat melalui usaha ekonomi kreatif dan pariwisata. Saat ini, pariwisata di NTT akan merupakan prime mover bagi sektor –sektor lainnya untuk menggerakan perekonomian masyarakat.

Dalam mewujudkan sektor pariwisata Estate sebagai prime mover di NTT, langkah-langkah pemerintah provinsi dalam mendukung pilar- pilar strategis pariwisata estate kepada sejumlah kabupaten/kota yang menjadi prioritas dan menjadi target RPJMD Provinsi NTT 2020 mendatang meliputi aktifitas, akomodasi, aksebilitas, amenitas, awarness dan atraksi dengan sasaran program yaitu : pembangunan kelembagaan pariwisata, pembangunan destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata nasional serta, pembangunan industri pariwisata.

Selain itu dengan berbagai langkah dan cara untuk terus mengangkat citra pariwisa sebagai sala satu penyanggah pembangunan ekonomi di NTT , dukungan sumber daya manusia yang profesional sangat di perlukan untuk membangun usaha pariwisata dan kreatifitas serta pelayanan yang berkualitas sehingga mampu mendorong pariwisata NTT bersaing di dunia internasional, untuk dampak akhir dimana dapat memobilisasi kunjungan wisatawan di daerah ini .

Pembangunan pariwisata estate untuk pariwisata pada kawasan pedesaan berkelanjutan dalam keterkaitan kebijakan penataan kawasan potensi wisata meliputi : penataan ruang partisipatif, model bisnis dan kemitraan, tata kelola dan socio-preneur, sistem pembiayaan, dan prasarana desa serta infrstruktur. Arah pengembangan pariwisata estate bertujuan untuk pengembangan kawasan dan industri pariwisata di bangun secara terpadu dan di namis dengan berbagai stakeholder dalam menyediakan sudut-sudut pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam rangka kesempatan kerja, pendapatan, peningkatan taraf hidup serta mengaktifkan sektor produksi.

Pengembangan kawasan wisata merupakan alternatif yang diharapkan mampu mendorong baik potensi ekonomi maupun upaya pelestarian dan pengembangan kawasan wisata, yang dilakukan dengan menata kembali berbagai potensi dan kekayaan alam dan hayati sercara terpadu. Model pengembangan pariwisata di NTT saat ini selain pengelolaan kawasan wisata untuk mewujudkan keterpaduan dengan semua elemen, baik itu pemerintah daerah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan stakeholder lainnya, berikutnya pengembangan industri pariwisata ini diharapkan juga mampu menunjang upaya pelestarian alam, kekayaan hayati dan kekayaan budaya serta pengelolaan kawasan wisata yang berorientasi Kelestarian lingkungan hidup.

Upaya pemerintah daerah provinsi Nusa tenggara Timur dalam kaitan dengan kelestarian lingkungan hidup, sebagai target RPJMD Provinsi NTT tahun 2020, di seluruh kawasan daerah pada sejumlah 22 kabupaten/kota antaranya, pada 28 kawasan konservasi lingkup Balai Besar KSDA NTT, 3 Taman nasional serta 1 Taman Hutan Raya. Taman Wisata Alam(TWA) Komodo yang meliputi pulau-pulau sekitarnya yang dihuni oleh satwa Komodo (ORA), Taman Wisata Alam Laut (TWAL) gugus pulau teluk Maumere, TWAL 17 pulau kabupaten Ngada, serta teluk Kupang dan kabupaten Kupang.

Upaya pemerintah daerah tersebut, untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan.

Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Jeniro tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu : a. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup.  b. Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Manusia, binatang dan tumbuh- tumbuhan hidup saling berdampingan antara satu dengan yang lainnya. Manusia, binatang dan tumbuhan merupakan makhluk yang saling bergantungan antara satu dengan yang lainnya. Manusia dan binatang membutuhkan tumbuhan, manusia dan tumbuhan membutuhkan binatang, begitu pula binatang dan manusia juga sangat membutuhkan manusia.

 

Oleh karena itulah ketiganya  saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya. Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak.  (Sumber informasi : Bidang Ekonomi, Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah-Bappelitbangda Prov.NTT/Edy Latu).

Unduh : Prioritas Pembangunan Pariwisata Tahun 2020

Read 89 times
Last modified on Thursday, 01 August 2019 01:38