Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

Forum Pimpinan Daerah 2019

Rate this item
(1 Vote)
Published in: Artikel

BAPPELITBANGDA NTT - Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Nusa Tenggara Timur Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mendorong Pemerintah Provinsi NTT, untuk fokus laksanakan pengentasan kemiskinan, pengembangan pariwisata serta pengembangan potensi peternakan dengan memanfaatkan potensi domestik maupun lokal. Hal ini disampaikan Bambang Brodjonegoro, ketika memberikan sambutan pada Forum Pimpinan Daerah, dalam rangkaian Musrenbang Provinsi NTT Tahun 2019, bertempat di Hotel Neo Aston Kupang, hari Jumat, 29 Maret 2019.

Lebih lanjut dikatakan Menteri PPN/Kepala Bappenas, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada urutan ke 16 di dunia. Dimana pertumbuhan investasi lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi. Dengan melihat pertumbuhan ekonomi di NTT saat ini,tidak boleh tergantung pada konsumsi rumah tangga saja, tapi harus fokus pada investasi. Kondisi ekonomi makro nasional sejauh ini masih terjaga dengan baik. Hal ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, sehingga para pejabat harus fokus membuka lapangan kerja, untuk menekan tingginya angka pengangguran.

Sebuah tantangan besar tentunya, bagi para kepala daerah dalam menciptakan lapangan kerja didaerah untuk mengurangi pengangguran.Pada 2018 lapangan kerja meningkat 2,98 juta. Jumlah pengangguran turun 39 ribu orang, sehingga tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 5,34%.

Penciptaan kesempatan kerja tinggi dan dapat melampaui target RKP dan RPJMN 2015-2019 yang sebesar 10 juta orang. Jumlah penciptaan lapangan kerja 2015-2018 telah mencapai 9,38 juta.

 

Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 5,3% pada 2019, diperkirakan akan tercipta 2,6–2,9 juta lapangan kerja, sehingga TPT diperkirakan akan masuk dalam rentang 4,8–5,2%.

Selain itu, Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan juga antaranya, dengan melihat apa yang telah di upayakan Pemerintah saat ini melalui kepemimpinan Presiden Jokowi,di harapkan kepada kita semua untuk terus menggerakan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dengan membangun kualitas perusahaan-perusahaan menuju sektor formal,karena pengangguran tidak bisa terhindarkan.

 

Berkaitan dengan kemiskinan di NTT,Kemiskinan menjadi salah satu persoalan yang sangat serius di Provinsi NTT. Tingkat kemiskinan Provinsi jauh lebih tinggi di atas angka kemiskinan nasional. IPM Provinsi NTT, menempati urutan teredah ke tiga di Indonesia. Sebagai rekomendasi ketercapaian/permasalahan kemiskinan di NTT, antaranya : Melanjutkan beberapa program inovatif yang disasar untuk masalah kemiskinan dengan berbasis desa seperti program anggur merah, program hibah desa wisata, dan program kemitraan pengembangan ekonomi umat melalui kelembagaan agama

Untuk meningkatkan IPM, dalam bidang pendidikan, program vokasi dan peningkatan kualitas guru merupakan prioritas program pemerintah daerah. Sementara dalam bidang kesehatan, Pemerintah Provinsi memprioritaskan peningkatan kesehatan ibu dan anak, Penanggulangan stunting, pencegahan dan penanggulangan penyakit serta gerakan hidup sehat.

 

Sektor Pariwisata di NTT, sangat relevan. Karena pariwisata yang terdapat di sejumlah wilayah kabupaten di NTT, seperti Komodo, Kelimutu, Pasola dan lain sebagainya, menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara,sehingga tidak ada salanya Pemerintah Provinsi NTT untuk terus fokus pada pengembangan pariwisata yang di dukung dengan penguatan potensi domestik. Bambang Brodjonegoro, meminta kepala daerah di NTT,jangan menutup investasi yang membuka lapangan kerja untuk menekan angka pengangguran. Para pengusaha juga di minta untuk berinvestasi di bidang pariwisata.

Sektor peternakan, pengembangan peternakan di NTT, perlu terus dikembangkan dengan di dukung potensi lokal, antaranya peternakan besar seperti sapi yang terdapat di pulau Sumba dan Timor sangat menjanjikan untuk ditingkatkan. Demikian juga ternak lain seperti Babi. NTT yang saat ini sektor pertanian masih menjadi andalan untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat, Sejalan dengan tekad pemerintah saat ini menurut Bambang, akan terus mendorong investasi domestik melalui, sektor industri pertanian, transportasi, dan peningkatan sumber daya manusia untuk pertumbuhan yang berkualitas.

Kegiatan Forum pimpinan daerah dalam rangkaian Musrenbang Provinsi NTT tahun 2019, dihadiri oleh, Gubernur dan wakil Gubernur NTT, Para Bupati se Provinsi NTT, para unsur pimpinan Perangkat Daerah tingkat Provinsi, Bappelitbangda tingkat kabupaten dan Provinsi NTT, serta para pejabat dari kementerian PPN/Bappenas RI. Thema : “ Peningkatan Sumber Daya Manusia Melalui Akses dan Mutu Pelayanan Dasar Serta pengembangan Pariwisata Sebagai Penggerak Utama Ekonomi Berbasis Masyarakat “.

 

Sebelumnya pada hari yang sama, tanggal 29/3/2019 pagi, Menteri PPN/Kepala Bappenas bersama rombongan mengunjungi kabupaten Lembata . Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyambangi lokasi pembangunan gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba di Pulau Lembata. RSUD Lewoleba yang mulai direnovasi sejak semester akhir 2018 ini menyerap anggaran tak kurang dari Rp 12 miliar. Setelah dinaikkan stasusnya menjadi Rumah Sakit Kelas C, RSUD Lewoleba diharapkan dapat menjadi salah satu rumah sakit rujukan yang mampu menerima pasien lebih banyak dari fasilitas kesehatan lainnya di sekitar kepulauan NTT. RSUD Lewoleba yang berdiri di atas tanah seluas 4,75 hektar ini juga memiliki fasilitas pelayanan kedokteran spesialis terbatas, seperti pelayanan penyakit dalam, pelayanan bedah, pelayanan kesehatan anak dan pelayanan kebidanan dan kandungan, serta dua ambulans dari Kementerian Kesehatan. (Sumber info : Tim Bappenas RI, Peliput, Edy latu - Pranata Humas - Bappelitbangda NTT).

Read 485 times
Last modified on Tuesday, 02 April 2019 00:18