Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

SOSIALISASI APLIKASI KRISNA - SELARAS DALAM RAKORTEKRENBANG PENYUSUNAN RKP 2020

Rate this item
(0 votes)
Published in: Artikel

BAPPEDA NTT - Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Bidang Pengendalian dan Evaluasi menyelenggarakan Sosialisasi dan Dukungan Aplikasi Krisna-Selaras pada pelaksanaan Rakortekrenbang Penyusunan RKP 2020. Forum ini dihadiri oleh utusan dari Perangkat Daerah Tingkat Provinsi NTT, berlangsung di Ruang Rapat G. Boeky Bappelitbangda, Selasa, 19/2/2019.

 

 

Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Bappelitbangda NTT, Theresia M.Florensia, SE,M.Ec.Dev sebagai pemimpin rapat mengatakan, tujuan dari sosialisasi dan pengenalan aplikasi Krisna-Selaras ini ialah untuk mendukung seluruh usulan dari PD yang bersumber dari APBN melalui Aplikasi Krisna-Selaras pada pelaksanaan Rakortekrenbang 2019, Regional II, penyusunan RKP 2020.

 

Pelaksanaan Rakortekrenbang tahun 2019, akan dilaksanakan di Kota Balikpapan – Provinsi Kalimantan Timur, tanggal 11-15 maret 2019. Peserta Rakortekrenbang 2019 Regional II, terdiri dari 17 Provinsi (Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara & Papua.

 

“Sebelumnya sudah ada aplikasi yaitu: e-proposal, e-sinkron, e-DAK, dan e-lainnya yang terpisah-pisah, kalau Krisna ini gabungan dari itu semua jadi semua usulan diinput dalam sistem satu pintu yaitu Krisna-Selaras.

 

Krisna- Selaras merupakan sistem e-planning baru yang diinisiasi Kementerian PPN/Bappenas. Krisna merupakan integrasi antara tiga kementerian, yaitu Kementerian PPN/Bappenas, Kemenkeu, dan Kementerian PAN RB yang dituangkan ke dalam bentuk satu sistem aplikasi tunggal untuk mendukung proses perencanaan, penganggaran, serta pelaporan informasi kinerja. Krisna digunakan dalam proses penyusunan Renja K/L Tahun 2018 yang selanjutnya akan menjadi referensi bagi Renja dan Anggaran K/L. Aplikasi ini bersifat real-time, berbasis web, online, serta dapat diakses melalui perangkat elektronik yang terhubung dengan internet.

 

Forum dilanjutkan dengan Pengenalan dan Penyelarasan Aplikasi Krisna-Selaras oleh Kasubid Pengendalian Monev dan Pelaporan APBD Provinsi dan Kabupaten, Florensia P.C Bere Mau, S.Sos. Penjelaskan mulai dari konsep Krisna-APBN yang menggunakan data referensi K/L sebagai lokus atau detail rincian. Aplikasi ini menggunakan sistem closed menu atau closed list, jadi ada beberapa lokus yang hanya ditujukan untuk daerah tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah daerah pengusul dan juga menghindari kesalahan input. “Jadi menu yang bisa kita buka maka itulah alokasi yang diberikan pusat untuk kita.

 

OPD tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota sebagai pengusul kegiatan bertanggung jawab mengelola data usulan APBN mengunggah TOR dan RAB di level menu kegiatan, melihat status perubahan usulan (log data), dan melihat serta mencetak rekapitulasi. Sedangkan Bappelitbang Provinsi sebagai penanggung jawab Aplikasi Krisna-Selaras ini, yaitu Admin, Pengusul Kegiatan, Verifikator usulan dari Kab/Kota, dan verifikator usulan provinsi.

 

“Jadi usulan yang sudah diinput baik dari Provinsi maupun Kabupaten/Kota, akan diverifikasi oleh tim verifikator yang terdiri dari Bappelitbang Provinsi NTT. (Sumber informasi: Bidang Pengendalian dan EvaluasiBappelitbangda NTT/Edy Latu).

 

Read 652 times
Last modified on Wednesday, 20 February 2019 04:51