Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

Membangun Kesadaran Masyarakat Membuang Sampah Pada Tempatnya

Rate this item
(0 votes)
Published in: Artikel

BAPPEDA NTT - Membaca head line “Kupang Kota Terkotor di Indonesia” dalam Pos Kupang edisi Rabu, 16 Januari 2019 membuat kami sebagai warga masyarakat bertanya-tanya apakah selama ini pengelolaan sampah di Kota Kupang belum maksimal? Dalam berita itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menobatkan Kota Kupang sebagai Kota Sedang Terkotor di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. SK.649/MENLHK/PSLB3/PLB.0/12/2018. Predikat ini membuat Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang, Obed Kadji prihatin.

 

 

Menurut Obed, predikat Kota Terkotor bisa memotivasi masyarakat agar dapat mengelola sampah rumah tangga selain itu menjadi tantangan bagi masyarakat Kota Kupang untuk bisa keluar dari predikat tersebut. Persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kebersihan tapi semua pihak sesuai tupoksi masing-masing lurah dan RT harus bekerja sama dengan baik ujarnya (Pos Kupang, 16 Januari 2019).

 

Apa yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang, Obed Kadji adalah benar bahwa urusan sampah merupakan tanggung jawab kita semua sebagai anggota masyarakat dan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah.

 

Persoalan sampah dimulai dari keluarga kita masing-masing. Setiap Keluarga wajib mendidik anak-anak dan semua anggota keluarga untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dimulai dengan kebiasaan membuang sampah pada tempat/wadah yang wajib disiapkan oleh setiap keluarga. Selain di tingkat Rumah tangga/Keluarga, di lingkungan sekolah dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TKK) sampai Perguruan Tinggi (PT) di lingkungan kerja dan dimanapun kita berada wajib menerapkan budaya untuk tidak membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga kebersihan lingkungan.

 

Terkait pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, sebagai warga kota Kupang, kami memberi masukan sebagai bahan pertimbangan bersama sebagai berikut :

  1. Di tingkat masyarakat,perlu meningkatkan sosialisasi tentang budaya membuang sampah pada tempatnya. Sosialisasi dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Kebersihan Kota Kupang pada tingkat kelurahan dan sekolah-sekolah. Sosialisasi dapat juga dilakukan melalui brosur, pamflet, ataupun himbauan melalui media massa, media elektronik dan melalui papan-papan informasi yang ditempatkan pada ruang publik.
  2. Di tingkat Pemerintah, sebagai ujung tombak yaitu di tingkat Kelurahan:
    1. Di tiap Kelurahan perlu direkrut tenaga honor/PTT yang berdomisili di kelurahan tersebut sebagai tenaga penyapu jalan umum, tenaga pengangkut sampah (petugas kebersihan) di kelurahannya masing-masing. Jumlah Tenaga ini disesuaikan dengan luas kelurahan atau besaran lokasi yang akan dibersihkan. Untuk tenaga kebersihan ini wajib dilengkapi dengan motor roda tiga pengangkut sampah yang bertugas mengangkut sampah dari rumah tangga yang berada di jalan arteri sekunder, jalan kolektor dan yang tidak terletak di jalan arteri primer sehingga dapat diangkut ke Tempat Pembuangan sampah (TPS). Selanjutnya sampah dapat diangkut oleh Dump Truck dari TPS Ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS).
    2. Pemerintah wajib menambah jumlah dan memperbaiki TPS-TPS yang tersebar di wilayah kota. Selain TPS di sepanjang jalan umum dan tempat-tempat publik (dengan jarak yang telah disesuaikan) perlu disiapkan tempat sampah yang tertutup dan telah di pilah tempat sampah organik dan tempat sampah an organik.
    3. Pemerintah wajib melengkapi setiap petugas kebersihan dengan helm/topi, masker, sarung tangan, sepatu boot untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan bagi petugas kebersihan.
    4. Perlunya penambahan armada berupa dump truck dan motor gerobak pengangkut sampah.
    5. Setiap hari Jumad, pemerintah Provinsi dan Kota Kupang mewajibkan ASN dan PTT serta seluruh warga masyarakat untuk melakukan gerakan Jumad Bersih di lingkungan tempat tinggal, di lingkungan sekolah, di lingkungan kantor, di perusahaan-perusahaan, dipasar maupun di tempat-tempat umum yang perlu untuk di bersihkan.

 

Bila apa yang telah di sampaikan ini dapat kita laksanakan dengan baik maka niscaya predikat kota Kupang sebagai kota sedang terkotor akan jauh dari kota kita, malah sebaliknya pemerintah Kota Kupang akan siap dan selalu mendapat penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai Kota sedang yang bersih dan teduh sesuai dengan slogan Kota Kupang adalah Kota KASIH (Kupang Aman Sehat Indah dan Harmonis), Semoga. (Anna M.E Kerans - Bappelibangda Provinsi NTT).

 

 

Read 161 times
Last modified on Thursday, 21 February 2019 01:40