Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

Gerakan Revolusi Hijau Dengan Menanam Anakan Kelor

Rate this item
(0 votes)
Published in: Artikel

BAPPEDA NTT –  Berkaitan dengan upaya perbaikan gizi di wilayah Nusa Tenggara Timur, serta dukungan terhadap Gerakan Revolusi Hijau Dengan Menanam Anakan kelor, sebagaimana yang telah di canagkan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Victor Bungtilu Laiskodat dan wakil gubernur Yosef Nae Soi, pada Senin, 17 Desember 2018, telah dilaksanakan penanaman anakan kelor berlokasi di Desa Oelnasi-Kecamatan Kupang Tengah kabupaten Kupang, bersama jajaran Perangkat Daerah dan masyarakat umum setempat.

 

 

Daun kelor sendiri merupakan tanaman yang mempunyai manfaat sangat tinggi. Tanaman yang memiliki nama latin Moringa oleifera sangat bagus dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan. Dari bagian tanaman kelor mulai dari daun, kulit, batang hingga bijinya banyak manfaatnya. Tanaman kelor ini mempunyai batang yang berkayu, berdiri tegak, berwarna putih kotor, memiliki kulit yang tipis dan memiliki permukaannya yang kasar. Ketinggian dari tanaman kelor ini mamapu mencapai ukuran 7 meter hingga 12 meter.

 

Daun kelor memang banyak manfaatnya sehingga tak heran banyak yang menanamanya. Peluang usaha budidaya daun kelor memang bisa dibilang sangat menjanjikan. Potensi bisnis budidaya daun kelor memang sangat bagus dimana daun ini banyak dicari. Peminat daun keloir ini memang datang dari berbagai industri mulai dari obat dan lainnya yang menggunakan bahan ini. Tak heran jika budidaya daun kelor ini sangat menjanjikan di waktu ini.

 

Memang potensi bisnis budidaya daun kelor sangat menjanjikan, cara pembudidayaan daun kelor memang bisa dikatakan sangat mudah. Pengembangbiakan daun kelor bisa menggunakan biji ataupun dengan cara stek. Daya tahan budidaya daun kelor ini memang terbilang bagus sehingga penanamannya sangat mudah.

 

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Provinsi Nusa Tenggara Timur ke -60, Sinergi Pelaku Pembangunan, Mendukung NTT Bangkit Cegah Stunting Untuk Anak-Anak NTT Sehat dan Cerdas. Komitmen tersebut melalui penanda tanganan bersama antara Gubernur, Bupati/Walikota, Pimpinan lembaga Agama, Pimpinan Mitra Pembangunan, di Hotel Aston Kupang, Selasa 18 Desember 2018.

 

Salah satu upaya Pemerintah daerah NTT, Gubernur dan wakil Gubernur saat ini, untuk mewujudkan gerakan revolusi hijau melalui Organisasi Perangkat Daerah diwajibkan untuk menanam anakan kelor pada setiap lahan kosong pekarangan kantor. Gerakan penanaman anakan kelor tidak hanya oleh aparatur OPD, namun telah melibatkan masyarakat pada umumnya di sejumlah daerah kabupaten/kota di NTT. Adapun manfaat tanaman ini adalah untuk perbaikan gizi masyarakat serta mendongkrak perekonomian.

 

Untuk mendukung gerakan tersebut, malalui seminar sehari dengan nara sumber antaranya,dari TNP2K(Strategi Nasional percepatan Pencegahan Stunting 2018-2024), Kemenkes RI(Upaya perbaikan masyarakat Melalui Surveilans Gizi Berbasis Teknologi Informasi), Bupati Flores Timur (Praktek Baik Gempur Stunting), serta dari LSM Lokal Bengkel APPEK (Kemitraan Strategis Untuk Ketahanan Pangan dan Gizi di NTT).

 

Salah satu upaya perbaikan gizi masyarakat melalui sayuran, seperti yang disampaikan Bupati Flotim, kepada peserta seminar yaitu, bagi masyarakat di daerah Flotim, sudah sejak dahulu mengonsumsi Marungge(sebutan untuk daun kelor), dan pemerintah daerah Flotim memiliki lahan yang sangat potensial untuk membudidaya tanaman yang dinilai mempunyai kandungan gizi ini. (Peliput : Edy latu, sumber tulisan : Ambros Kodo-Kabid Pemsos Bappeda NTT,materi Seminar Stunting, Htl Aston 18/12/2018)

 

Read 326 times
Last modified on Friday, 21 December 2018 09:38