Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

Optimalisasi SPAM IKK Di Kecamatan Satar Mese

Rate this item
(0 votes)
Published in: Artikel

BAPPEDA NTT – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya telah mengalokasikan anggaran untuk mengoptimalkan kembali Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Mano yang telah ada di Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai.

 

 

Kecamatan Satar Mese dengan ibu kotanya Iteng, terletak di pantai Selatan dan kurang lebih jaraknya 23 km dari kota dingin Ruteng ibu kota kabupaten Manggarai. Waktu tempuh ke pusat ibu kota kecamatan sekitar 2 jam dengan jalan yang berkelok dan berlubang, transportasi dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. memiliki berbagai potensi pertanian/perkebunan, peternakan, perikanan, serta daerah ini memiliki sumber daya alam Energi dan sumber daya Mineral PLTP Ulumbu.

 

Potensi pertanian lahan basah/sawah: memiliki areal hamparan yang sangat luas yang terletak di sepanjang lereng daerah pegunungan mandusawu dan sekitar dataran rendah wilayah selatan daerah tersebut hingga menuju bibir pantai selatan antara dua wilayah yaitu kecamatan satar mese dan pemekarannya wilayah kecamatan Satar Mese Barat. Di bidang peternakan antaranya: ternak sapi, babi dan kambing. Perkebunan: Kopi, Cengkeh, coklat, kemiri dan aneka buah-buahan yang tumbuh subur. Untuk perikanan , yaitu perikanan laut tangkap oleh para nelayan setempat dari suku Bajo.

 

Sedangkan untuk sumber daya alam energi yang saat ini menjadi sala satu proyek Vital Nasional Bidang Energi dan Sumber daya mineral yaitu PLTP Ulumbu, merupakan pembangkit tenaga listrik. Untuk mencapai Ulumbu, kita melewati hutan wisata alam nan dingin ke arah selatan. Ulumbu terkenal sejak dulu di Pulau Flores, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, dan tepatnya terletak di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese.

 

Lokasi ini, salah satu sumber energi panas bumi yang kini dikelola PLN sebagai listrik terbarukan. Ulumbu adalah wilayah pengeboran panas bumi pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT). PLTP Ulumbu Sektor NTT. Luas PLTP Ulumbu sekitar 18.280 hektar dan kawasan tersebut telah diserahkan kepada PLN, oleh Pemerintah.

 

Bersama tim dari satuan kerja Perencanaan dan Pengendalian (Satker Randal) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ibu Silfialiliana Maubanu, Ibu Meta Malewa, serta dari Bappeda NTT, telah melaksanakan tugas monitoring langsung kelapangan, serta koordinasi dengan Bappeda kabupaten maupun dengan BLUD, di kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai. Satker Randal Provinsi, maupun Satker yang ada di kabupaten/kota merupakan ujung tombak pembangunan bidang Cipta Karya di daerah yang langsung mendorong roda perekonomian rakyat dan kesejahteraan rakyat di daerah, serta memfasilitasi seluruh usulan melalui rencana pembangunan investasi jangkah menengah(RPIJM).

 

Pelaksanaan kegiatan monitoring proyek SPAM berbasis masyarakat, dari anggaran APBN Perubahan tahun 2018, berlangsung di Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, tanggal 6 Desember 2018. Bersama-sama dengan tim pelaksana pengerjaan proyek tersebut, telah melihat secara langsung pelaksanaan penyambungan pipa air, untuk sambungan rumah (SR) yang meliputi lima(5) desa, antaranya : Desa Mocok, Satar Loung, Langgo,Golo Muntas dan, desa Legu. Masing-masing desa akan mendapatkan sepuluh(10) sambungan rumah(SR), maka untuk keseluruhan pada lima desa dikecamatan tersebut akan total mendapat 50 sambungan rumah pipa air minum.

 

Sambungan Penyediaan Air Minum Ibu Kota kecamatan Mano/SPAM IKK Mano yang berjarak 7 KM, dari sumber mata air tersedia, di kecamatan Satar Mese tersebut, merupakan upaya Ditjen Cipta Karya, melalui Satker Randal Provinsi NTT, untuk mengoptimalkan kembali penyambungan penyediaan jalur pipa air minum yang telah ada bagi warga masyarakat desa, melalui sambungan rumah dari sumber mata air , dari : Wae Wase,wae langkok dan wae Landong, dimana, ketiga sumber air tersebut terdapat di desa Poco leok , kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai.

 

Wilayah Kecamatan Satar Mese, memiliki sumber air baku pegunungan yang sangat memadai dan warga masyarakat setempat hampir tidak mengalami kesulitan air untuk menyalurkan dan memanfaatkan sumber aliran air pegunungan yang cukup limpah, untuk pemanfaatan pengolahan tanaman padi sawah, dari areal persawahan mereka. Pekerjaan rumahnya adalah” sejauhmana upaya masyarakat setempat, untuk secara bijak menjaga lingkungan hutan sebagai penyelamat ketersediaan air baku pegunungan, dan dukungan mengoptmalkan sumber-sumber mata air didaerah tersebut, dengan berbagai apa yang saat ini telah di upayakan melalui penyiapan air bersih untuk warga masyarakat melalui kerja yang dilaksanakan pemerintah pusat maupun oleh pemerintah daerah”.

 

Pengamatan tim dilapangan, penanaman pipa dengan menggali tanah sedalam 50 sampai dengan 70 cm, telah terlaksana dengan melibatkan para pekerja dari masyarakat setempat, melalui jalur pipa jalan untuk menuju kemasing-masing desa setempat maupun untuk sambungan rumah. SPAM IKK Mano, sampai dengan saat ini masih bekerja dengan lancar oleh kontraktor pelaksana. Diharapkan setelah selesai pelaksanaan pembangunan pemasangan air minum untuk warga desa setempat, pemerintah daerah, dalam hal ini PDAM menyiapkan SDM pengawas lapangan untuk pengelolaan air minum yang telah tersedia dimaksud, sehingga dapat terjamin keberlangsungannya. Demikian berbagai masukan dari warga masyarakat setempat.

 

Ketika dilaksanakan kunjungan lapangan di kecamatan Benteng Jawa Kabupaten Manggarai Timur, tanggal 7 Desember 2018, bersama tim dari Provinsi kami menemukan proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum yang telah di bangun melalui dana APBN tahun 2015, belum di manfaatkan sebagaimana peruntukannya bagi warga di desa-desa setempat. Menurut sumber informasi yang kami terima dari lembaga BLUD di kabupaten Matim, bahwa instalasi pengolahan air minum, yang terdapat di kecamatan Benteng Jawa tersebut telah diserahkan kepada pemerintah kabupaten Matim, namun masih adanya kendala teknis dilapangan, maka hal tersebut masih diupayakan untuk mencari solusi biaya tambahan untuk pengolahan sambungan aliran pipa air minum kerumah warga desa di kecamatan termaksud.

 

Pasalnya, penanaman pipa ke lokasi wilayah tertuju perlu adanya perencanaan bersama untuk mengantisipasi temuan hal-hal teknis dilapangan, terutama jangkaun jarak pipa penyalur air tersebut,yang terdapat dari sumber-sumber mata air yang ada diantaranya dari danau Rana Podja, masih membutuhkan sejumlah biaya untuk perawatan di hulunya. Dengan demikian upaya koordinasi maupun komunikasi dengan warga didesa yang diperkirakan akan sedikit menuai masalah teknis yang membutuhkan komitmen bersama, antar pemerintah kabupaten/BLUD Matim, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta warga setempat. (Peliput : Edy Latu - Bappeda NTT)

Read 218 times
Last modified on Tuesday, 11 December 2018 00:03