Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

Musrenbang RPJMD Provinsi NTT Tahun 2018-2023

Rate this item
(0 votes)
Published in: Artikel

BAPPEDA NTT Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Musrenbang RPJMD) Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2018-2023, tanggal 23 Nopember 2018, bertempat di Hotel Aston Kupang, Jalan Timor Raya.

 

 

Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat bertekad dalam lima tahun kedepan posisi perekonomian Provinsi NTT berada diperingkat sepuluh(10) dari 34 Provinsi di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan beliau ketika membuka kegiatan pelaksanaan Musrenbang RPJMD NTT Tahun 2018-2023 yang dihadiri oleh para Bupati/Walikota se- Provinsi NTT, Bappeda kabupaten/kota, pimpinan Perangkat Daerah (PD) tingkat Provinsi,anggota DPRD NTT, unsur pimpinan instansi vertikal, Forkompinda, Lembaga Mitra, tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM serta Stakeholders lainnya.

 

Dengan demikian, untuk mewujudkan cita-cita tersebut dan dalam rangka untuk “ NTT Bangkit mewujudkan masyarakat sejahtera” maka sangat diperlukan adanya, sistem yang terintegrasi, Perencanaan yang cerdas, serta karakter dari setiap orang yang melaksanakan kegiatan pembangunan dalam hal ini para pimpinan daerah serta unsur pimpinan baik di Provinsi maupun kabupaten/kota, serta masyarakat umumnya untuk bahu membahu bekerja keras. Selain itu Gubernur NTT juga menitikberatkan program lima tahun kedepan dalam aspek pariwisata yang ada di NTT, sebagai sala satu gerbang dan pusat pengembangan pariwisata nasional (ring of beauty).

 

“Pariwisata itu adalah pilihan yang paling mudah, paling murah, dan paling banyak menyerap pengangguran,” ungkapnya. Menurutnya, melalui pariwisata kita akan dukung pengembangan infrastrukturnya ke desa-desa pariwisata serta semua desa akan terus kita pacu perekonomiannya dengan memanfaatkan dana desa untuk mendukung potensi desa serta meningkatkan ketersediaan dan kualitas infstruktur untuk percepatan pembangunan dan kualitas sumber daya manusia, demi kemandirian desa yang menjadikan NTT lebih maju.

 

Prioritas pembangunan daerah 2018-2023 mendatang yaitu: 1). Pengentasan kemiskinan, mencakup: Peningkatan akses layanan kesehatan dan gizi, perumahan dan pemukiman yang layak, perlindungan sosial masyarakat miskin, pemerataan layanan pendidikan berkualitas, tatakelola layanan dasar. 2). Peningkatan pendapatan masyarakat, mencakup : pengembangan industri garam, peningkatan nilai tambah produk pertanian (marungga), perbenian pertanian, peternakan, perikanan serta peningkatan keahlian tenaga kerja. 3). Kelestarian Lingkungan, mencakup: pengelolaan daerah aliran sungai, pengurangan emisi rumah kaca,penanggulangan bencana dan perubahan iklim, optimalisasi hutan produksi serta pelestarian hutan dan lingkungan pesisir. 4). Pariwisata dan industri wisata, mencakup: peningkatan kelembagaan dan SDM pariwisata, pengembangan jaringan informasi pariwisata terintegrasi dengan digital literasi dan promosi pariwisata dan peningkatan nilai tambah ekonomi dan kinerja industri kreatif.

 

Selanjutnya : 5). Pemantapan Infrstruktur Jalan, Air, Energi dan Transportasi, mencakup: pemenuhan energi terbarukan, aksebilitas sumber daya air, peningkatan daya dukung SDA dan daya tampung lingkungan, peningkatan akses dan kualitas jalan, jembatan, prasarana dan sarana transportasi. 6). Aksesibilitas dan Kualitas Pendidikan serta Kesehatan, mencakup: pemuda NTT yang berkapasitas dan berkapabilitas, peningkatan aksesibilitas dan kualiatas layanan pendidikan, penguatan litersai untuk kesejahteraan, peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan, fasilitas kusus kesehatan daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan. 7). Reformasi Birokrasi Untuk Mewujudkan Pelayanan Publik Yang Berkulitas, mencakup : Penerapan e-goverment & Data terpadu, perangkat daerah yang right sizing, penerapan sistem manajemen kinerja, penataan dan pemutahiran produk hukum daerah, serta Peningkatan Pelayanan publik yang berkualitas.

 

Target NTT Sejahtera 2019-2023

 NTT Sejahtera                           2017                      2019-2023

. Penduduk Miskin (%)           21,35                     8 - 12

. Rata-rata lama sekolah         7,15                       10,5

. Harapan lama sekolah          13,07                     17,5

. Usia harapan hidup               66,07                     71,0

Peningkatan Kapasitas

  1. Peningkatan rumah layak huni 640.000 unit
  2. Pelayanan air bersih 60,04 persen menjadi 100 persen
  3. Pelayanan listrik 59,85 persen menjadi 99 persen
  4. Wajar dan kejar paket A,B, dan C untuk penduduk putus sekolah

New Inisiative :

  1. Penyediaan Rastra bagi individu/kelompok yang tidak produktif
  2. Perluasan jangkauan pendidikan: penyediaan asrama dan kerjasama lembaga agama.
  3. Pendidikan Vokasi
  4. Peningkatan literasi
  5. Kesehatan promotif: penyediaan pangan lokal(Marungga) berbasis posyandu.
  6. Flying Health care & Puskesmas terapung

 

Supporting System NTT Bangkit                          2018       2019-2023

. Restrukturisasi Perangkat Daerah (unit)         49           37

. Restrukturisasi Program                                       130         39

. proporsi Belanja APBD untuk Rakyat                65,0       71,0

dan Pelayanan Publik (%).

Peningkatan Kapasitas Fiskal

. APBD (Rp.T)                                                             4,7           10,042

. Pendapatan Asli Daerah (PAD)                          1,090       3,219

Peningkatan Kapasitas :

  1. Usulan DAK melalui komunikasi intensif dan penyiapan rencana kerja terpadu
  2. Optimalisasi aset daerah
  3. Penyehatan/penguatan usaha BUMD(Bank NTT,PD Flobamor,PT Jamkrida & Hotel Sasando
  4. Kawasan industri Bolok, PT Semen Kupang.

New Inisiative :

  1. Realokasi ASN mendukung pendampingan dan penguatan UPT
  2. Realokasi tenaga kontrak mendukung kegiatan lapangan
  3. Kerjasama semua tenaga pendamping mendukung program/kegiatan
  4. Penerapan sistem manajemen kinerja
  5. Penerapan e-Goverment

Musrenbang RPJMD Provinsi NTT, dihadiri oleh Menteri dalam Negeri yang diwakili oleh PLT Dirjen Bina Bangda Ir. Diah Indrajati, M.SC, perwakilan dari Bappenas RI- Direktorat Pengembangan Wilayah dan Kawasan Ir. M. Agung Widodo. Sesepuh NTT, Ir Esthon L. Foenay, M.SI.

 

 

Ketika berlangsung sesi diskusi/tanya jawab dalam pelaksanaan Musrenbang RPJMD NTT, para Bupati dan Walikota sepakat untuk menselaraskan serta mensinegitas program RPJMD Provinsi dengan 22 kabupaten/kota se NTT, sehingga dalam pelaksanaan pembangunan tidak ada lagi perbedaan bahwa Provinsi dan kabupaten/kota masing-masing jalan berbeda.

 

Harapan lain yaitu dalam dialog antara Gubernur/Wakil Gubernur bersama peserta yang hadir dari pertemuan Musrenbang tersebut berharap, hasil Musrenbang RPJMD yang dituangkan dalam Perda RPJMD kedepan akan menjadi tolak ukur untuk dapat dilaksanakan program-program Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih lima tahun kedepan, sehingga akan menjadi acuan bagi program-program yang terukur untuk pembangunan NTT Bangkit Sejahtera.

 

Kepala Bappeda NTT, Ir. Wayan Darmawa, MT selaku ketua panitia Musrenbang RPJMD NTT 2018-2023 mengatakan, Musrenbang RPJMD NTT diawali dengan dialog dan perencanaan bersama DPRD NTT, uji publik dengan kabupaten/kota, perguruan tinggi dan lembaga masyarakat.

 

"Ada pembentukan pansus dan memberikan rekomendasi, selain dialog langsung, gubernur, wagub, forkopimda NTT dan kabupaten/kota," kata Darmawa. Dikatakan juga, bahwa kegiatan terakir yang akan dilakukan yaitu, telah dilakukan konsultasi dengan Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Kemendagri serta pelaksanaan kegiatan sebelum pengajuan ranperda RPJMD 2018-2023 yang diserahkan pada 26 November 2018.

 

Hal lain di sampaikan Wayan Darmawa adalah, Perencanaan daerah merupakan satu kesatuan dengan program nasional, hal demikian menjadi acuan dalam penyusunan RPJMD kabupaten/kota. Untuk menjamin keterpaduan maka Gubernur akan menjalankan tugas sebagai wakil pemerintah pusat yang ada di daerah, yakni melakukan pengawasan pelaksanaan RPJMD “ katanya.

 

‎Kegiatan pelaksanaan Musrenbang RPJMD Provinsi NTT 2018-2023 berlangsung selama dua hari yaitu tanggal 23-24 Nopember dengan agenda, tanggal 23 nopember acara pembukaan sekaligus pemaparan dan diskusi yang di hadiri oleh Gubernur/Wakil Gubernur Provinsi NTT. Tanggal 24 Nopember 2018, lanjutan pembahasan Visi dan Misi RPJMD NTT 2018-2023, antara Bappeda NTT bersama Bappeda kabupaten/kota, yang dipimpin langsung Kepala Bappeda NTT, Ir. Wayan Darmawa,MT. (Peliput : Edy Latu- Bappeda NTT/23/11/2018).

Read 86 times
Last modified on Friday, 30 November 2018 03:01