Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

Input Diskusi Konsultasi Publik RPJMD NTT 2018-2023

Rate this item
(0 votes)
Published in: Artikel

BAPPEDA NTT Input diskusi lanjutan Konsultasi Publik Penyusunan  Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)NTT 2018-2023, dilaksanakan di Aula G. Boeky kantor Bappeda NTT tanggal 8/11/2018. Input diskusi tersebut menghimpun masukan dari berbagai stakeholders.

 

 Konsultasi Publik ini dibuka secara  resmi oleh Kepala  Badan Perencanaan  Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTT, Ir. Wayan Darmawa,MT. Konsultasi Publik ini diikuti oleh pihak swasta (perusahaan) organisasi masyarakat, LSM, Perguruan Tinggi di Kota Kupang, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat , Tokoh Agama dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk kehadiran Wakil Gubernur NTT Yosef A. Nae Soi dalam memberi masukan kepada peserta forum diskusi terkait Visi dan Misi “ NTT Bangkit”.   

 

Pada kesempatan tersebut Kepala Bappeda NTT, kepada peserta forum diskusi menyampaikan bahwa, melalui input diskusi forum konsultasi publik ini sangat penting karena menyangkut, isi dokumen RPJMD “ NTT Bangkit Mewujudkan Masyarakat Sejahtera Dalam Bingkai Negara Kesatuan RI “ yang telah dirancang melalui tekad Gubernur/Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023, dalam rangka percepatan pembangunan daerah kedepan.  Didalam forum ini para stakehoders bisa memberikan masukan untuk kesempurnaan RPJMD. “Dengan pertemuan ini akan merupakan upaya pemerintah untuk tercipta singkronisasi dalam seluruh proses pembangunan Provinsi NTT melalui program dan kegiatan lima(5) tahun kedepan,” ujarnya.

 

Penyajian Materi dalam forum input diskusi Konsultasi Publik RPJMD NTT 2018-2023, NTT Bangkit di dukung oleh tim percepatan pembangunan NTT Bapak Lucky dkk. Adapun dalam penyampaian materi dimaksud yaitu sejauhmana rancangan dan rencana pemerintah daerah terkait Visi NTT Bangkit, yang diperkuat melalui lima(5) Misi: Tujuan,Sasaran, Indikator dan Target 2023. Lima Misi dimaksud yaitu, Misi 1: Kesejahteraan, Misi 2: Pariwisata,Misi 3 : Infrstruktur, Misi 4: Sumber Daya Manusia dan Misi 5 :Reformasi Birokrasi. Kusus untuk Misi 2, yaitu Pariwisata, sektor ini merupakan sala satu sektor andalan di NTT dan diharapkan menjadi penggerak ekonomi(Prime Mover). Hal ini sangat beralasan karena NTT memiliki potensi pariwisata berkelas dunia antaranya: Komodo, Danau kelimutu serta pulau sumba sebagai pulau terindah, keindahan bawah laut di Alor, berburu iakan paus di Lembata, Samana sancta di Flotim maupun atraksi budaya lainnya.

 

Kegiatan input forum diskusi konsultasi publik rancangan Rencana Pembangunan Jangkah Menengah Daerah NTT 2018-2023, yang diawali dengan presentase materi, selanjutnya setelah para peserta forum mendapatkan isi penyajian materi, dilanjutkan dengan pembagian kelompok diskusi berdasarkan lima(5) misi dan masing-masing kelompok dipandu oleh para kepala bidang di Bappeda NTT, antaranya Bpk DR. Sony Z. Libing, selaku kabid ekonomi, yang sekaligus memfasilitasi diskusi bidang pertanian, peternakan, pariwisata serta pemanfaatan sumber daya alam.

 

Berbagai masukan yang sangat berharga dari para stakeholders yang terlibat dalam diskusi kelompok hasil pantauan kami, dimana stakeholder yang memberi masukan dalam pengisian draft isi rumusan tersebut memberi respons positip/ gambaran dukungan terhadap RPJMD NTT 2018-2023 untuk rancangan program dan kegiatan dalam pembangunan lima tahun mendatang demi mewujudkan kesejahteraan. Diantaranya, percepatan pencegahan stunting untuk menyiapkan generasi unggul,pengawasan serta penanganan skill tenaga kerja lokal, pengembangan peternakan, pengembangan industri garam, peningkatan hasil usaha pertanian, perkebunan yang terinteggrasi, pembangunan infrstruktur jalan antar kabupaten,penyediaan bibit pertanian, peternakan dan perikanan untuk produksi, penyediaan energi listrik dalam mendukung pengolahan bahan baku hasil lokal serta ketersediaan fasilitas sarana dan prasarana dalam mendukung pariwisata di NTT.

 

 Dari hasil forum input diskusi rancangan RPJMD NTT 2018-2023, akan dirampung untuk menjadi masukan dalam proses penyempunaan isi dokumen RPJMD NTT, yang selanjutnya akan disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri, dalam hal ini, Direktorat Jendral Pembangunan Daerah di Jakarta, sebelum di perdakan.  (Tim peliput : Edy Latu/8/11/2018).

Read 86 times
Last modified on Monday, 12 November 2018 02:12