Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

Mengenal Peran UPT Dinas di Provinsi NTT

Rate this item
(0 votes)
Published in: Artikel

BAPPEDA NTT - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki berbagai Unit Pelaksana Teknis(UPT), antaranya Dinas Peternakan, Dinas Pertanian serta Dinas Perikanan Kelautan. Keberadaan UPT tersebut berada dibawah payung dinas terkait yang memiliki tugas dan fungsi mendukung kegiatan teknis dinas serta memberikan kontribusi terhadap kebutuhan masyarakat secara tepat baik waktu, tempat, varietas unggul, jumlah, mutu, penyediaan bibit ternak dalam jumlah yang cukup dalam pemenuhan maupun menunjang akan kebutuhan masyarakat dalam mewujudkan tugas pemerintah melalui dinas terkait dalam mewujudkan pelayanan publik.

 

 

Dalam rangka memperkenalkan peran serta kedudukan UPT dilingkup dinas terkait yang dimiliki Pemerintah Provinsi NTT, Bappeda Provinsi NTT/Bidang Evaluasi dan pelaporan, selaku panitia dalam kegiatan rapat evaluasi tengah tahun pelaksanaan APBD kabupaten/kota se- Provinsi NTT tahun anggaran 2018, tanggal 2 Agustus 2018 , membawa rombongan ASN dari 22 kabupaten/kota untuk mengunjungi serta melihat peran UPT mulai dari instalasi UPT pembibitan ternak babi serta produksi pakan ternak di Tarus, UPT Perbenihan Tanaman Pangan dan Holtikultura di Tarus dengan varietas unggulannya Benih jangung Unggul Varietas Lamuru. Varietas Jagung Lamuru merupakan salasatu varietas yang toleran terhadap kekeringan sehingga sangat cocok untuk di kembangkan/dibudidayakan oleh masyarakat petani di NTT, mengingat kondisi wilayah NTT yang beriklim kering (semi arid). serta UPT penyediaan benih dan ikan konsumsi air tawar Noekele, dengan produk penyediaan unggulan antaranya, ikan Lele,Nila, Karper dan penyediaan untuk konsumsi atara lain ikan Tawes, Gurami, Bawal, Nila dan ikan Lele. Keberadaan UPT-UPT tersebut lokasinya berada di wilayah Kabupaten Kupang.

 

Kehadiran berbagai UPT dibawah payung dinas terkait lingkup pemerintah provinsi NTT, telah memberikan kontribusi serta dampak positip terhadap masyarakat umum baik dalam penyediaan bibit unggul,mutu serta pemenuhan pelayanan akan kebutuhan masyarakat dan menjadi tempat magang untuk peningkatan keahlian bagi para peserta didik bagi disiplin ilmu tertentu dari perguruan tinggi dan sekolah kejuruan terkait yang ada di Provinsi NTT, maupun kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah Provinsi NTT. Keberadaan UPT peternakan sapi di Lili, maupun UPT peternakan Babi di Tarus, misalnya, telah didatangi oleh dinas-dinas terkait dari berbagai daerah –daerah Provinsi Indonesia, untuk menjadi tempat studi banding serta mengikuti magang, karena instalasi UPT tersebut memiliki keunggulan tertentu terutama penyediaan dan produksi pakan ternak yang berbasis lahan kering yang menghasilkan bibit maupun ternak sapi yang unggul dan siap di pasarkan. Sala satu maksud serta tujuan kunjungan dari para ASN lingkup kabupaten/kota di harapkan dapat memberikan gambaran serta kontribusi positip dalam mengembangkan pelaksanaan tupoksi kepada masing-masing dinas terkait yang ada di daerahnya.

 

Dalam upaya pendekatan pelayanan kepada masyarakat unit pelaksana teknis (UPT), baik untuk pengembangan maupun penyediaan bibit unggul, pemerintah provinsi NTT melalui dinas peternakan, pertanian, serta perikanan, telah memiliki jaringan instalasi UPT di hampir 3 pulau besar yaitu, Timor, Flores dan Sumba.UPT pembibitan ternak dan produksi pakan ternak Provinsi NTT, Instalasi Tarus, Lili, Sumlili masing-masing di wilayah kabupaten kupang. Instalasi Besipae kabupaten TTS, instalasi Boawae kabupaten Nagekeo, instalasi Kabaru kabupaten Sumba Timur,instalasi Kondamaloba kabupaten Sumba Tengah dan instalasi unit pembibitan ternak Loura, kabupaten Sumba Barat Daya. Demikian pula untuk pendekatan pelayanan kepada masyarakat kegiatan –kegiatan yang mempunyai keserasian dengan pemerintah kabupaten yang dilakukan oleh UPT perbenihan Tanaman Pangan dan Holtikultura, Balai –balai Benih dan Aset pendukung yang tersebar di pulau-pulau Provinsi NTT, antara lain ; Balai Benih Induk Padi Noelbaki, Balai Benih Induk Palawija Tarus, masing –masing di kabupaten kupang. Balai Benih Utama Padi dan Palawija Buisan kabupaten Rote Ndao, Balai Benih Induk Padi Mbay, kabupaten Nagekeo. Balai Benih Utama Padi Lembor, kabupaten Manggarai Barat. Balai Benih Utama Padi Lewa Paku kabupaten Sumba Timur, Balai Benih Utama Padi Waimanu, kabupaten Sumba tengah, Balai Benih Utama Padi/Palawija Magepanda kabupaten Sikka. Balai Benih Utama Padi/Palawija OGI, kabupaten Ngada, Kebun Dinas Palawija Lembor kabupaten Manggarai Barat dan Kebun Dinas Palawija Anakoli di kabupaten Nagekeo.

 

Disamping memproduksi kelas benih berjenjang, sesuai dengan fungsinya balai benih juga berperan sebagai pelaksana observasi penerapan teknologi perbenihan, baik teknologi produksi maupun pasca panen, penyebarluasan benih sumber kepada produsen benih, tempat pembelajaran bagi siswa/i, mahasiswa/i dan masyarakat umum serta menjadi sumber PAD berdasarkan perda nomor 11 tahun 2007 tentang retribusi penjualan produksi usaha daerah. Adapun penyediaan Balai-balai Benih tanaman Holtikultura sebagai berikut; Balai benih Holtikultura Nonbes bibit mangga Arumanis di Amarasi kabupaten Kupang. Balai benih Holtikultura Oelbubuk, jeruk Keprok Soe kabupaten TTS, BBH Oelnitep kosentrasi perbanyakan jeruk Keprok Soe dan Mangga Arumanis kabupaten TTU, BBH Detubapa, kosentrasi perbanyakan jeruk Keprok Soe dan Durian di Detusoko kabupaten Ende. BBH Mbay, kosentrasi perbanyakan Mangga Arumanis, Mangga Golek dan tanaman sayur(bawang merah) di Aesesa kabupaten Nagekeo. BBH Lembor, kosentrasi perbanyakan Mangga Arumanis, di Desa Daleng kabupaten Manggarai Barat, dan Balai benih holtikultura(BBH) Lamba Napu dan Kuya, kosentrasi, perbanyakan Mangga Arumanis, Sukun dan Bawang merah.   (sumber info: UPT Perbenihan Tanaman Pangan, UPT Peternakan, UPT Perikanan, Edy Latu- Bappeda NTT)

 

 

 

Read 210 times
Last modified on Wednesday, 08 August 2018 05:23