Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

Partisipasi Mitra Pemerintah Dalam IDF 2018

Rate this item
(0 votes)
Published in: Artikel

BAPPEDA NTT - Kementerian PPN/Bappenas Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Australia melalui Knowledge Sector Initiative (KSI) akan menggelar Indonesia Development Forum (IDF) pada tanggal 10 – 11 Juli 2018 di Jakarta. IDF 2018 ini mengusung tema “Pathways to Tackle Regional Disparities Across the Archipelago”.

 

 

IDF akan membahas bagaimana mengatasi disparitas di berbagai daerah di Indonesia, mengingat bahwa ada banyak hal yang sudah dicapai oleh Pemerintah Indonesia dalam satu tahun ini, termasuk di lingkup Provinsi NTT.

 

Program Partners for Resilience Strategic Partnership (PfR SP) yang dilakukan oleh CARE International Indonesia bekerjasama dengan CIS Timor di NTT dan beberapa daerah di Indonesia, memiliki sejumlah evidence yang bisa ditunjukan kepada peserta dan penyenggara IDF berkaitan dengan upaya-upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang diadvokasi melalui dana desa. Salah satu yang akan ditujukkan di dalam forum ini adalah kegiatan pertanian terintegrasi berbasis komoditi ubi jalar ungu sebagai tanaman pangan yang toleran terhadap kekeringan.

 

Untuk itu, maka PfR SP CII-CIS Timor mengutus 2 orang untuk berpartipasi aktif di dalam forum tersebut, khususnya selaku pembicara (speaker) dalam sesi Pasar Ide & Inovasi (Marketplace) yaitu Haris Oematan (Direktur CIS Timor) dan Siprianus Anin ( Aktor PfRSP, pegiat Ubi Ungu dari Desa Linamnutu – Kab TTS).

 

Dan tujuan dari partisipasi ini adalah :

 

  • Berbagi praktik terbaik mengenai kegiatan berbasis PRT, yakni penanaman ubi jalar ungu sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kejadian rawan pangan akibat kekeringan yang utamanya disebabkan oleh perubahan iklim,
  • Berbagi tentang bagaimana praktik terbaik ini telah direplikasi dalam program desa melalui dana desa
  • Memengaruhi cara pandang para peserta dan pengambil kebijakan dari pusat dan daerah yang hadir dalam forum ini dengan pesan kunci IRM “Peluang Dana Desa untuk Adaptasi Perubahan Iklim di daerah-daerah semi ringkai (arid) di NTT dan bagian Indonesia lainnya melalui komoditas ubi ungu yang sudah teruji toleran terhadap kekeringan.”
  • Menimba pengetahuan dan informasi yang relevan di dalam forum ini yang dapat diaplikasikan di dalam program PfRSP di NTT .

 

Kontribusi Mitra Pemerintah (UNICEF): Dukungan terhadap Pemerintah Daerah dalam penyajian perkembangan pembangunan Indonesia hadir pada Indonesia Development Forum tanggal 10-11 Juli 2018, tentang profil singkat 34 Provinsi-Provinsi di Indonesia, menyajikan indikator-indikator tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) terkait anak. Profil tersebut menyajikan laporan terkait Baseline SDG tentang anak-anak Indonesia yang di susun oleh Bappenas dan UNICEF, sala satunya Provinsi Nusa Tenggara Timur disebutkan, NTT termasuk Provinsi dengan jumlah muda yang signifikan. Sebanyak 2,2 juta orang atau 42 persen dari total jumlah penduduk di Provinsi NTT adalah anak-anak. Delapan(8) dari 10 anak tinggal di daerah pedesaan. Diperlukan investasi strategis yang lebih signifikan untuk anak-anak dalam rangka mempercepat pencapaian SDG di Provinsi NTT.

 

Ada beberapa bagian yang menjadi tujuan SDG antaranya, Pengentasan kemiskinan, pengentasan kelaparan, Kesehatan dan kesejahteraan, Pendidikan berkualitas, Kesetaraan Gender, Air bersih dan Sanitasi,Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang kuat.   Dalam kegiatan Indonesia Development Forum tahun 2018, yang diselenggarakan di Jakarta bertempat di Ritz Carlton Hotel, Unicef telah mendukung staf dari Pemerintah daerah, untuk mengikuti forum dimaksud sebagai Participant.( This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. ).

 

Partisipasi dari lembaga-lembaga Mitra Pemerintah lainnya untuk Provinsi NTT, dalam IDF 2018 antaranya : PLAN Internasional : yaitu, tentang Study Kasus Manajemen DAS di kabupaten Sumba Timur- Provinsi NTT. Munculnya persaingan penggunaan air untuk daerah pertanian (sawah) antara masyarakat lokal dengan pengusaha perkebunan Tebu yang saat ini di kembangkan di kabupaten Sumba Timur. Sala satu kunci pengembangan pembangunan pertanian di daerah tersebut terkait pembagian air bendungan yang adil, adalah kehadiran pemerintah daerah terhadap komunitas sosial masayarakat setempat sangat dibutuhkan untuk mengatur penggunaan air yang sangat terbatas serta upaya penghijauan untuk terus digalakan dalam menunjang keberadaan dan persediaan cadangan air dalam tanah.(Sylvia Landa-PLAN Int).

 

KOPERNIK.:

 

Kopernik, bekerja sama dengan Mitra lokal yaitu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Koperasi, dan kelompok simpan pinjam untuk mendistribusikan teknologi tepat guna ke daerah terpencil. Mitra lokal tahu teknologi apa yang di butuhkan oleh masyarakat yang terhubung dengan mereka,dan berapa harga yang mampu dibayar oleh masyarakat untuk teknologi tersebut. Intervensi yang di lakukan KOPERNIK yaitu, Teknologi Tenaga Surya di Kabupaten Lembata Provinsi NTT. Ekperimen secara cepat untuk mengubah kebiasaan masyarakat lokal setempat yang biasa menggunakan lampu Pelita dan beralih menggunakan teknologi tenaga Surya.

 

Mereka bekerjasama dengan para mitra lokal untuk mengidentifikasi pada setiap kelompok, teknologi yang paling tepat bagi komunitas masyarakat lokal dan merancang cara agar teknologi ini dapat sampai ke tangan orang-orang yang paling membutuhkan. Mitra lokal mereka adalah penghubung penting dalam rantai pengadaan teknologi untuk masyarakat terpencil, serta untuk memberikan umpan balik kepada para produsen teknologi dan donor. Laporan dan foto-foto dari mitra lokal membantu para produsen teknologi mengembangkan teknologi mereka, sementara para donor dapat mengetahui hasil donasi mereka.(Linda Kristianto-Kopernik).     (Sumber info: Haris Oematan -Tim Komunikasi IDF Tahun 2018, Edy Latu –Bappeda NTT).

 

 

Read 191 times
Last modified on Tuesday, 17 July 2018 07:54