Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

Kementerian Desa PDTT Dorong Pembangunan PRUKADES dan BUMDES Di NTT

Rate this item
(0 votes)
Published in: Artikel

BAPPEDA NTT - Pertumbuhan ekonomi desa terus didorong dalam berbagai terobosan program pembangunan nasional serta berbagai program daerah dalam bentuk pemberdayaan ekonomi agar lebih meningkat dan mensejahterakan masyarakat desa dengan pemanfaatan program terpadu. Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) me miliki berbagai cara untuk memajukan masyarakat desa dengan menciptakan 4 program khusus yang menggunakan Dana Desa tiap tahunnya.

 

Melalui Direktorat Jendral pembangunan Daerah Tertinggal, Direktur pengembangan Ekonomi Lokal, Kemendes PDTT melakukan rapat koordinasi dengan Pemerintah daerah Provinsi NTT melalui kerjasama dengan Bappeda Provinsi NTT, dalam mengidentifikasi kebutuhan perencanaan, Program-program itu antara lain, Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pembuatan Embung dan Padat Karya yang menjadi unggulan untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat desa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula G. Boeky Bappeda Provinsi NTT, hari Jumat, tanggal 23/2/2018 di Kupang.

 

Kepala Bappeda provinsi NTT, IR. Wayan Darmawa,MT, dalam penyampaian sambutan pembukaan pada rapat koordinasi dimaksud antaranya, arah kebijakan Pemerintah Provinsi NTT tahun 2011- 2017 telah meluncurkan Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah pada 22 kabupaten/kota se –Provinsi NTT. Anggaran Untuk Rakyat menuju Sejahtera (Anggur Merah), alokasi yang diperuntukan bagi desa/kelurahan tersebut dengan besaran dana 250 juta rupiah, mempunyai perinsip utama yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat, melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat. Total desa/kelurahan yang telah menerima dana hibah tersebut sebanyak 3.250 desa/kelurahan terhitung tahun 2011-2017. Dukungan lainnya untuk kesejahteraan masyarakat miskin berupa pemberian hibah P2LDT (program pemugaran perumahan dan lingkungan terpadu), serta untuk pemanfaatan sumber daya manusia diambil tamatan sarjana/SI, yang dilakukan melalui proses seleksi dengan penempatan sebagai tenaga pendamping kelompok masyarakat(PKM) di desa/kelurahan.

 

Provinsi NTT, telah membangun berbagai embung yang meliputi berbagai kabupaten serta telah melibatkan sejumlah tenaga kerja kelompok masyarakat untuk kegiatan proyek padat karya, dalam mendukung kegiatan di desa maupun kelurahan secara terpadu, demikian beberapa hal yang disampaikan IR. Wayan Darmawa, MT. Sementara itu dalam mendorong dukungan melalui Produk Unggulan Kawasan Pedesaan( Prukades), serta Badan Usaha Milik Desa( BUMdes), Staf ahli menteri bidang pengembangan ekonomi lokal, Ibu IR. Ratna Dewi Andriati,MMA, menyebutkan, Program Prukades dan Bumdes merupakan motor penggerak untuk pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, adanya program dana desa yang bergulir setiap tahun, Pemerintah daerah untuk fokus mengembangkan komoditas unggulan, pengembangan ekonomi masyarakat yang berbasiskan pengembangan pangan dan potensi lainnya dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk menunjang konektifitas cara cepat dan tepat bagi masyarakat desa dapat meningkatkan ekonomi secara mandiri. Pemerintah Pusat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa ini tidak hanya Kemendes PDTT saja, tapi juga melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, dunia usaha, dan perbankan dalam mengembangkan segala potensi yang ada di masing-masing desa.

 

Kegiatan rapat koordinasi yang dilaksanakan sehari tersebut, dihadiri oleh perwakilan dari Organisi Perangkat Daerah (OPD) tingkat provinsi NTT maupun perwakilan dari kabupaten/kota se- Provinsi NTT, yang di fasilitasi oleh bidang Sosbud- Bappeda NTT. (Sumber tulisan: Direktorat Pengembangan Ekonomi Lokal Ditjen PDT RI/Edy Latu Bappeda NTT).

Read 171 times
Last modified on Tuesday, 27 February 2018 09:04