Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

Evaluasi Pelaksanaan Program DMAM 2011-2017

Rate this item
(0 votes)
Written by  | Published in: Artikel

BAPPEDA NTT - Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah yang biasa di singkat Program DMAM, merupakan sala satu program pro rakyat melalui kebijakan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah berjalan dan telah di implementasi di 22 kabupaten/kota sejak tahun 2011 sampai dengan 2017.

 

 

Komitmen Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya, bersama wakil Gubernur dalam mendukung pemberdayaan ekonomi rakyat melalui peluncuran alokasi anggaran 250 juta rupiah pada setiap desa/kelurahan di 22 kabupaten/kota, di mana sejak tahun 2011-2017 telah menjangkau 3.250 desa/kelurahan, dengan besaran dana yang di keluarkan dari APBD I NTT sebesar Rp. 812.500.000.000 (delapan ratus dua belas milyard lima ratus juta rupiah).

 

Pembangunan p elaksanaan program DMAM, terdiri dari dukungan dana dari APBD I NTT, di ikuti pula dengan pendirian sejumlah lembaga koperasi yang statusnya berbadan hukum yang berdiri di sekian desa/kelurahan pada 22 kabupaten/kota (321 unit), serta tenaga pendamping sarjana yang sampai saat ini masih tersisa 700 orang lebih, sebagai pendampingi kelompok masyarakat /PKM, pada lokasi desa/kelurahan mandiri Anggur Merah.

 

Sejalan dengan perjalanan program tersebut untuk masyarakat desa di NTT, sebagai agenda pertanggungjawaban kepada publik, maka saat ini telah dilakukan evaluasi pelaksanaan program DMAM pada 22 kabupaten/kota se Provinsi NTT, yang dilakukan oleh mitra kerja independen dari Universitas Brawijaya Malang. Pelaksanaan evaluasi program DMAM di 22 kabupaten/kota yang telah berjalan sejak pertengahan bulan Oktober tahun 2017, para Tim evaluasi independen UNBRAW yang terdiri dari 50 orang yang di koordinir oleh ketua Tim DR. Drs. Mochammad Rozikin,M.Ap, telah menyusun laporan evaluasi di maksud dan selanjutnya akan disampaikan dalam sesi workshop.

 

Bertempat di Aula G. Boeky Bappeda NTT, tanggal 21 Nopember 2017, telah disampaikan laporan hasil evaluasi Antara, terhadap pelaksanaan program DMAM 2011-2017 oleh Tim Evaluasi UNBRAW. Dalam penyelenggaraan workshop tersebut, yang dihadiri oleh ketua komisi IV DPRD NTT, David Melo Wadu, ST,sekretaris komisi IV , Sekretaris Inspektorat prov. NTT, para kabid dan sekertaris serta staf Bappeda Prov. NTT, di buka oleh Kepala Bappeda NTT, IR Wayan Darmawa, MT.

 

Laporan penyusunan evaluasi program DMAM 2011-2017, akan final tanggal 10 Desember 2017, setelah dalam pertemuan workshop antara, tanggal 21 nopember 2017, para tim penyusun akan masih merampungkan kegiatan tersisa mereka pada 2 kabupaten yaitu, kabupaten Flotim dan Alor, dimana ada beberapa aspek hasil evaluasi dari program Dmam pada 2 kabupaten dimaksud terdapat nilai plus dalam aspek inovasi pengembangan modal. (Peliput Edy Latu, 21/11/2017).

 

Unduh : Laporan Evaluasi Program DMAM 2011-2017

 

 


Read 63 times
Last modified on Wednesday, 22 November 2017 08:24