Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

Workshop Brings NTT Knowledge Home : Publication Outputs And Research Showcase

Rate this item
(0 votes)
Written by  | Published in: Artikel

BAPPEDA NTT - Alumni Universitas Australia bekerjasama dengan pemerintah daerah (Bappeda NTT), yang merupakan sala satu project dari Australia Grant Scheme Tahun 2017, menggelar Workshop dengan thema “Brings NTT Knowledge Home “. Kegiatan yang berlangsung selama dua(2) hari, di Kupang 26-27 Oktober 2017 tersebut bertempat di aula G. Boeky, Bappeda NTT, dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi NTT, Ir. Wayan Darmawa, MT.

 

 

Workshop para alumni ini terdiri dari para peneliti, perencana dan praktisi pembangunan di NTT dengan pembicara sebanyak 35 orang, sedangkan peserta yang hadir antaranya para alumni yang berdomisili baik di Kupang, maupun alumni yang bekerja luar daerah, serta para undangan dari Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Provinsi NTT

 

NTT merupakan sala satu Provinsi fokus beasiswa Australia dimana sampai dengan saat ini kurang lebih ada 300 putra-putri NTT telah memperoleh beasiswa dari Pemerintah Australia di level master, doktoral, dan kursus pendek dalam massa kurun waktu 23 tahun yaitu sejak 1993-2016. Para penerima beasiswa asal NTT tersebut telah banyak menghasilkan berbagai karya akademik dalam berbagai bidang, dan kegiatan workshop tersebut dimaksudkan untuk dapat menularkan karya-karya ilmiah para alumni untuk dipublikasikan secara luas, khususnya dalam hubungan dengan implementasi kebijakan pembangunan di Provinsi NTT.

 

Para Alumni yang  tergabung dalam kegiatan di Kupang ini," kata Pak Andrey Damaledo selaku koordinator alumni, workshop bertujuan memberikan kesempatan kepada para alumni untuk membagikan hasil-hasil research/pengalaman dari setiap alumni pada saat mengikuti pendidikan serta memberi masukan konstruktif berdasarkan inovasi atau penemuan terkini bagi pelaksanaan pembangunan terkini sesuai kondisi masyarakat luas di NTT. Selain itu untuk dapat sama-sama dari “ pooling of expert “ network bagi alumni dalam memberikan kontribusi dukungan kepada pemerintah daerah untuk membangun database bagi kemajuan pembangunan di NTT.

 

Alumni perguruan tinggi dari Australia, saat menyampaikan materi dari kegiatan Workshop terdapat beberapa point penting yang disampaikan yaitu : 1. Pentingnya mensharing ilmu dan pengetahuan baik secara teori maupun practical, melalui pencerahan penulisan opini maupun intervensi kebijakan perencanaan dan penganggaran pembangunan yang lebih efektif dan efisien yang berkaitan dengan pembangunan di provinsi NTT. 2. Beberapa kategori isu- isu pembangunan serta tantangan pembangunan di NTT yang di sampaikan dari pemaparan dalam workshop antaranya ; pembangunan dan penerapan kebijakan, IT dan sumberdaya manusia, pengadaan barang dan jasa, isu lingkungan hidup, pertambangan, manajemen penggunaan air tanah, pengembangan dan budi daya kopi, serta isu gender, kesehatan masyarakat dan promosi kesehatan.

 

Pemaparan materi lainnya disampaikan juga tentang kondisi serta potensi pertanian lahan kering di NTT yang masih mendominasi usaha perkebunan mayoritas bagi para petani desa di NTT, untuk senantiasa dilakukan percepatan dorongan intervensi penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian dalam menyikapi perubahan iklim yang saat ini terjadi. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi pola produktifitas terkait, tanaman perdagangan, tanaman holtikutura, pembibitan, peremajaan, sistem pola tanam, serta membangun perubahan pola budaya pertanian berpindah-pindah yang mengakibatkan terjadinya penebangan pohon dari areal lahan yang ada. Ada beberapa kabupaten di NTT yang memiliki areal lahan basah yang cukup tinggi karena masih terjaganya kawasan hutan potensial. Dengan demikian, kehadiran lembaga non pemerintah/LSM, dalam upaya mendukung implementasi partisipasi warga sipil, perlu adanyanya komitmen dukungan kerjasama dalam berbagai bentuk, intesitas, fungsi dan derajat keseriusan oleh pemerintah daerah. Mendorong dan pengorganisasian kelompok masyarakat akar rumput dalam bentuk penguatan masyarakat sipil dalam forum-forum dialog, maupun reformasi di lingkungan hidup baik desa maupun daerah perkotaan, dimaksudkan, untuk tetap dalam kondisi siaga menjaga kelestarian lingkungan hijau melalui penaman yang baru maupun hutan yang ada , serta diikuti pola pembimbingan dan pendampingan bagi warga masyarakat oleh pelaku kebijakan untuk memastikan perubahan pola pikir terhadap kecintaan terhadap alam dan lingkungan hijau.

 

Forum diskusi workshop terkait pendidikan terutama pendidikan bahasa Inggris untuk peningkatan kapasitas bahasa Inggris di NTT, narasumber senantiasa mengajak untuk anak-anak terutama pelajar, mahasiswa/i serta kalangan umum, untuk mendorong mengikuti kursus pada lembaga yang telah ada, (univ.nusa cendana) dan lembaga swasta yang ada.

 

Dua pemateri yang dihadirkan dalam forum workshop yaitu dari media cetak dan media online yang ada di NTT dan khususnya di kota kupang. Dion DB Putra, selaku pemimpin redaksi (pos kupang), mengajak dan memberi tantangan kepada para alumni untuk berpartisipasi membuat tulisan pada media cetak yang tersedia. Para alumni, harus bisa memberikan pikiran serta pencerahan dalam membagi hasil- hasil dari pengalaman sesuai dengan latar belakang pendidikan masing-masing untuk di publikasikan. tulisan pada media cetak yang dipimpinnya, sampai dengan saat ini, saya hanya mengenal beberapa orang saja yang pernah kami publikasikan tulisannya, demikian disampaikan pak Dion, sementara jumlah para alumni cukup banyak yang bekerja diberbagai lembaga pemerintahan maupun swasta. Kesempatan tersebut Dion DB Putra memberikan tantangan sekaligus dorongan kepada para alumni perguruan tinggi dari Australia, untuk berpartisipasi melalui tulisan, sebagai sarana dalam memberikan pencerahan dan menyebarkan ide-ide luar biasa kepada kalayak umum dalam memberikan nilai tambah demi mendorong implementasi kebijakan pembangunan di Nusa Tenggara Timur. “ disampaikan pak Dion pada kesempatan workshop tersebut bahwa, banyak dari para alumni tidak mau menulis hasil karya dan jarang terekspos”.

Workshop tersebut merupakan kegiatan yang skalanya cukup besar dalam penyelenggaraannya, tinggal sejauh mana dapat juga dilaksanakan ditempat yang lain oleh siapa saja yang memiliki visi dan misi yang sama, dalam menyebarkan ide-ide serta mendorong sebuah nilai perubahan bagi masyarakat dan memberikan manfaat pada implementasi pelaksanaan pembangunan di NTT.   (Sumber : Andrey D. , Selvi N, - Peliput Edy Latu, Bappeda Provinsi NTT).

 

 


Read 55 times
Last modified on Wednesday, 15 November 2017 09:17