Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

Road Show Penyusunan RPIJM 22 Kabupaten Kota se NTT.

Rate this item
(0 votes)
Written by  | Published in: Artikel

BAPPEDA NTT - Masalah kemiskinan dan kesejahteraan rakyat masih menjadi point utama yang harus menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Terutama dari sisi ekonomi dan kehidupan sosial diantaranya tempat tinggal yang layak bagi masyarakat kurang mampu dan tidak mampu. Data Badan Pusat Statistik tahun 2015, jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Indonesia sekitar 2,51 juta unit dengan rincian 2,18 juta rawan layak huni dan 0,33 juta tak layak huni.

Untuk mengatasi problem tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja keras dalam membangun infrastruktur. Mengingat, infrastruktur tidak hanya berfungsi mendorong pertumbuhan ekonomi, namun juga bertujuan meningkatkan kulitas hidup masyarakat.

 

Oleh karenanya, rencana strategis Kementerian PUPR tahun 2015-2019 sala satunya memuat program 100-0-100 yang artinya 100 % akses air minum aman, 0% pemukiman kumuh, dan 100 % akses sanitasi layak. Melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah melakukan berbagai langkah yang hasilnya pada tahun 2016, penyediaan air minum aman telah mencapai 71,66 %, sanitasi layak 64,07% dan luasan pemukiman kumuh yang perlu ditangani tersisa 8,18 %.

 

Dalam perencanaan pelaksanaan pembangunan nasional dan daerah dikenal adanya dokumen -dokumen penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat Pusat dan Daerah. Dokumen rencana tesebut berupa Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) untuk periode 20 tahun, Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM/D) untuk periode 5 tahunan, serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) untuk periode satu tahunan.

 

Di samping itu, dalam rangka perencanaan spasial di Indonesia, Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan adanya dokumen rencana tata ruang yang terdiri dari rencana umum dan rencana rinci tata ruang. Rencana umum tata ruang terdiri dari Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) dengan jangka waktu 20 tunun, Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi (RTRWP) untuk jangka waktu 20 tahun, serta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota (RTRWK) untuk jangka waktu 20 tahun yang dikaji ulang setiap 5 tahunnya. Disamping rencana umum, diperlukan juga adanya rencana rinci yang terdiri dari rencana tata ruang pulau/kepulauan dan rencana tata ruang kawasan strategis nasional, rencana tata ruang kawasan strategis propinsi, serta rencana detail tata ruang kabupaten/kota dan rencana tata ruang kawasan strategis kabupaten/kota. Dalam rangka pembangunan bidang PU/Cipta Karya yang sinergis, Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum mengeluarkan Panduan Penyusunan Rencana Pembangunan Investasi Jangka Menengah (RPIJM) untuk Pemerintah Kabupaten/Kota.

 

Upaya Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP), bersama Satker Randal, dan Bappeda Provinsi NTT, dalam menjawab agenda prioritas Presiden untuk meningkatkan konektivitas nasional baik darat dan maritim, ketahanan pangan dan pemenuhan infrstruktur dasar seperti rumah, akses air minum dan sanitasi yang layak dan memadai,gerakan nasional 100-0-100, serta tindak lanjut konsolidasi kebijakan Satu Data Bidang Cipta Karya Provinsi NTT tahun 2017, telah melaksanakan seluruh rangkaian Road Show di 22 wilayah kabupaten/kota, (Flores, Sumba, Timor, Alor, Rote, Sabu Raijua) untuk penyusunan dokumen Satuan Tugas/Satgas RPIJM. Rangkaian kegiatan road show tersebut dimulai sejak tanggal 20 –an bulan september 2017, yang diawali pada 4 kabupaten yang belum terbentuk Satgas RPIJM tahun 2017 yaitu, Sabu Raijua, Rote Ndao, Lembata dan Alor. Kemudian dilanjutkan ke wilayah kabupaten lainnya di NTT. Seluruh Tim pendampingan untuk mendukung penyusunan satgas RPIJM kabupaten/kota, telah mengakiri rangkaian kegiatan tersebut pada minggu pertama bulan oktober 2017.

 

RPIJM merupakan dokumen perencanaan, pembiayaan, dan investasi pembangunan di Kabupaten/Kota yang mengacu pada Penataan Ruang dengan menggunakan pendekatan keterpaduan dan keberlanjutan. Dokumen ini berisikan, usulan-usulan yang berasal dari dokumen RPIJM Bidang PU - Cipta Karya Kabupaten/Kota, yang akan dibiayai oleh Pemerintah. Dukungan kerja sama dalam Pembangunan bidang PU/Cipta Karya antara Pemerintah Pusat, Propinsi dan daerah dimaksud, dapat terjadi sinkronisasi pembangunan yang lebih baik agar pembangunan bidang PU/Cipta Karya lebih bermanfaat bagi masyarakat luas. Upaya untuk mendorong setiap kabupaten/kota memiliki RPIJM perlu dilihat tidak semata sebagai kebutuhan dalam penyusunan APBN Cipta Karya, tetapi suatu kebutuhan daerah masing-masing.

 

Daerah diharapkan memiliki suatu konsep program pembangunan infrastruktur dalam menghadapi kebutuhan dan tantangan Pembangunan di daerah. Beberapa contoh pekerjaan strategis yang dilaksanakan Dirjen Cipta Karya dalam mendukung program100-0-100 antara lain, meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum yaitu, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di kawasan perkotaan, SPAM kawasan khusus , SPAM daerah rawan air dan SPAM berbasis masyarakat. Penanganan kawasan kumuh dan akses sanitasi dilakukan melalui revitalisasi kawasan tematik di 45 kawasan, kawasan wisata nasional melalui penataan, serta pembangunan infstruktur khusus. SPAM kawasan khusus dan sistem air limbah skala kawasan, pembangunan di 7 pos lintas batas negara (PLBN) dan 9 lokasi pengembangan pemukiman dan program infrastruktur sosial dan wilayah ekonomi di 400 kecamatan.

 

Pembangunan Infrastruktur pada hakekatnya perlu direncanakan dengan baik, terpadu dan berkesinambungan. RPIJM adalah upaya untuk mengkuatkan kapasitas daerah dalam manajemen pembangunan. Dengan demikian RPIJM dapat merupakan jaminan bagi terjaganya kelanjutan dan kelangsungan pembangunn infrastruktur bidang Cipta Karya pada khususnya di   22 Kabupaten/kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. ( sumber info : Dinas PRKP , Satker Randal Prov. NTT serta berbagai sumber lain. Liputan, Edy Latu- NTT Satu Data Bappeda Prov.NTT).

 

 


Read 58 times
Last modified on Thursday, 12 October 2017 05:12