Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

Kegiatan Terpadu Penyusunan Dokumen Rencana Program Investasi Jangka Menengah

Rate this item
(0 votes)
Written by  | Published in: Artikel

BAPPEDA NTT - Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum bidang cipta karya berperan vital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, sosial, serta dorongan kegiatan pembangunan terkait lainnya di kawasan Kabupaten/Kota. Hal mendasar karena sebagai katalisator di antara proses produksi, pasar dan konsumen akhir yang keberadaannya dapat merefleksikan kemampuan berproduksi bagi masyarakat lokal dan stakeholder lainnya dalam memacu tingkat kesejahteraan masyarakat serta merupakan modal sosial antar pelaku pembangunan dalam melakukan aktivitasnya.

 

 

Dalam upaya mendukung Ketersediaan infrastruktur Pekerjaan Umum bidang cipta karya harus terintegrasi dengan penyediaan infrastruktur bidang Pekerjaan Umum lainnya, untuk itu sangat dibutuhkan penyiapan dan penyusunan dokumen Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM), kabupaten/kota yang terupdate pada setiap tahun berjalan. Menyusun perencanaan yang terintegrasi dari Rencana Terpadu dan program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah(RPI2-JM) Bidang Cipta Karya, merupakan dokumen pembangunan infrastruktur bidang Cipta karya yang mengacu kepada tata ruang tata wilayah pada skala nasional, provinsi serta kabupaten/kota. Sektor pembangunan bidang cipta karya berupa sektor pengembangan pemukiman, penataan bangunan dan lingkungan,penyehatan lingkungan pemukiman untuk kepentingan umum dan keselamatan umum, seperti: air limbah, persampahan, drainase, air bersih, sanitasi dan berbagai bangunan pelengkap kegiatan permukiman lainnya, merupakan prasyarat agar berputarnya roda ekonomi dan kegiatan sosial kemasyarakatan dapat berjalan dengan baik.

 

Agar infrastruktur Pekerjaan Umum bidang cipta karya dapat berjalan sesuai dengan fungsinya serta sesuai perannya di daerah, untuk menindaklanjuti penyusunan dokumen terpadu tersebut, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman(PRKP) bersama tim Bappeda Provinsi NTT telah melakukan kegiatan terpadu penyusunan dan pendampingan serta pembentukan Satuan Tugas/satgas,dokumen RPIJM kabupaten yang belum lakukan review tahun 2017, salasatu kabupaten dimaksud yaitu kabupaten Sabu Raijua.Dalam mendukung proses review rpijm tersebut, maka misi kegiatan pembentukan satgas pada tingkat kabupaten dimaksud dengan di fasilitasi oleh Bappeda kabupaten Sabu Raijua, dapat terlaksana dengan baik dalam bentuk penandatanganan dan berita acara kesepakatan yang berlangsung di Seba, tanggal 20 september 2017. Sebelumnya, dalam acara rapat koordinasi penyusunan RPIJM kabupaten Sabu Raijua sebagai wujud tindak lanjut konsolidasi kebijakan Satu Data bidang Cipta Karya,pengarah teknis yang terdiri dari perwakilan dinas PRKP dan tim Randal Provinsi NTT (Ibu Lita,Pak Taufik,Pak Joi), sebagai narasumber, kepada peserta mempresentasekan materi terkait teknis kegiatan penyusunan dan pendampingan dokumen RPIJM yang di hadiri instansi terkait dan mitra kerjasama lainya yang ada di kabupaten Sabu Raijua.

 

Penataan ruang harus menjadi acuan mitra spasial dari penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum. Rencana Tata Ruang hendaknya menjadi arah bagi penyelenggaraan infrastruktur untuk setiap penyelenggaran kegiatan yang berlangsung. Pengembangan wilayah berbasis penataan ruang harus dapat menjawab tantangan pembangunan infrastruktur. Kabupaten Sabu Raijua yang telah menjadi salasatu daerah otonomi baru di Provinsi NTT, memiliki karakteristik geografis yang beragam, dengan keterbatasan musim hujan ditambah lagi dengan belum optimalnya pengolahan sumber daya alam dan juga masih tidak meratanya penempatan sumber daya aparatur sipil negara(ASN), maka di butuhkan mindset dalam melakukan inovasi-inovasi handal dari para ASN yang mengabdi didaerah tersebut saat ini dalam mendukung percepatan pembangunan wilayah tersebut. Dengan berbasis penataan ruang dan pendekatan pembangunan wilayah, penyelenggaraan infrastruktur dasar yang belum memadai, diharapkan aparatur sipil daerah dapat menggerakan simpul kerjasama dengan sumber daya masyarakat di daerah tersebut untuk bahu membahu menciptakan percepatan pembangunan di Kabupaten Sabu Raijua,untuk terwujudnya pemerataan kesejahteraan masyarakat, serta peningkatan pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh wilayah kabupaten termaksud.

 

Pentingnya RPIJM dalam pembangunan infrastruktur Keciptakaryaan di daerah dalam mendukung pembangunan layanan dasar infrastruktur adalah, sebagai prasarana pembentuk struktur ruang, infrastruktur sumber daya air sebagai sarana pendukung penyimpanan dan pendistribusian air maupun pengendalian daya rusak air, infrastruktur cipta karya sebagai pendukung kualitas kehidupan dan penghidupan masyarakat seperti pelayanan air minum, sanitasi lingkungan dan penanganan kumuh. Kesemuanya itu harus sinkron serta sejalan dengan kebijakan penataan ruang yang telah ditetapkan. Salah satu media sinkronisasi tersebut adalah melalui Dokumen RPIJM (Rencana Program Investasi Jangka Menengah) Bidang Cipta Karya di Kabupaten Sabu Raijua mendatang.

 

Dokumen RPIJM diharapkan menjadi jembatan pemaduan program antar sektor dan antar pelaku, karena dokumen RPIJM merupakan dokumen rencana investasi yang mencakup multi sektor, multi tahun, dan diharapkan mampu mendorong pendanaan multi sumber pendanaan yang di dukung oleh APBN dengan disusun berdasarkan pada rencana pengembangan dan pembangunan wilayah serta sektor, dari apa yang menjadi kebutuhan riil masyarakat setempat.

 

Dokumen RPIJM adalah suatu dokumen yang wajib dan tersedia serta diperlukan dan di miliki oleh setiap kabupaten/Kota di Provinsi NTT untuk menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan pembangunan prasarana dan sarana pelayannya di masing-masing wilayahnya. Karena dengan mempunyai dokumen RPIJM, seperti Kabupaten Sabu Raijua, maka mempunyai kepastian dalam meneruskan investasi pembangunan di bidang PUPR, dan Cipta Karya khususnya. Dokumen rpijm memerlukan penyiapan teknis secara seksama, seperti penyusunan rencana tindak lanjut, penyusunan program prioritas, penyusunan studi kelayakan dan perencanaan teknis, dan pada tahap berikutnya penyusunan suatu program pembangunan permukiman secara terpadu.

 

Progam investasi jangka menengah merupakan penjabaran lebih lanjut dari RPJMD. Jadi RPJMD akan diterjemahkan secara teknis dan finansial dalam bentuk program investasi jangka menengah. Selain sebagai terjemahan dan merupakan pengisian RPJMD, program investasi jangka menengah merupakan suatu pendekatan dan cara yang dapat digunakan untuk keseluruhan sektor pembangunan permukiman, prasarana, dan sarana PUPR/Cipta Karya. Prinsip keterpaduan yang digunakan dalam penyiapan program investasi jangka menengah diharapkan akan memudahkan mobilisasi sumber pembiayaan melalui kesepakatan bersama untuk pengalokasian sumber daya dalam jangka menengah, memudahkan kerjasama antar instansi di Pusat dan antara Pusat dan Daerah, serta antara perencanaan program dan pelaksanaannya.

 

Maksud kegiatan penyusunan dokumen RPIJM Cipta Karya Kabupaten/Kota adalah :

 

  1. Mewujudkan kemandirian kabupaten/kota di Provinsi NTT, dalam keterpaduan penyelenggaraan infrastruktur pemukiman yang berkelanjutan, baik di perkotaan maupun pada wilayah desa/kelurahan pada setiap kabupaten/kota. “Kualitas Dokumen” RPIJM Cipta Karya Kabupaten/kota di NTT, masing-masing melalui penyempurnaan kelengkapan data, perbaikan substansi, akurasi analisis masalah dan legaliasi dokumen RPIJM cipta karya Kabupaten/kota.
  2. Peningkatan “Kualitas Proses” Penyusunan RPIJM Cipta Karya Kabupaten/Kota, dalam bentuk integrasi data terpadu, melalui upaya internalisasi isu, tantangan dan target serta kesepakatan kawasan prioritas antar sektor.

 

Tujuan kegiatan penyusunan dokumen RPIJM :

  1. Penguatan dalam penyusunan serta pendampingan kerangka kerja logis dalam penyusunan dari setiap kabupaten yang belum ada Satgas RPIJM tahun 2017. (Sabu Raijua, Rote Ndao, Alor, Lembata).
  2. Untuk mewujudkan keterpaduan pembangunan pemukiman yang layak huni dan berkelanjutan.

Rapat penyusunan dan pendampingan dokumen RPIJM Cipta Karya Kabupaten Sabu Raijua tahun 2017, termasuk sejumlah kabupaten lainnya di Provinsi NTT, sudah terlaksana terpadu bersama anggota tim Provinsi(Bappeda, Dinas PRKP,Randal). Rapat pembentukan tim satgas  kabupaten Sabu Raijua, terselenggara dengan baik yang berlangsung di ruang rapat Bappeda kabupaten Sabu Raijua yang dihadiri ,Bappeda,dinas PRKP serta dinas terkait lainnya di kabupaten setempat. Kehadiran perwakilan dari tim Provinsi dalam mendorong dan memberikan penguatan pembentukan tim Satgas penyusunan dokumen RPIJM kabupaten Sabu Raijua, semoga dapat ditindaklanjuti dengan sebuah wujud nyata dalam mencapai harapan bersama. (Sumber info : Dinas PRKP Prov, Peliput Edy Latu – NTT Satu Data Bappeda Prov NTT).

Read 197 times
Last modified on Thursday, 28 September 2017 08:40