Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

Rapat Kerja Kepala Bappeda se-NTT

Rate this item
(0 votes)
Written by  | Published in: Artikel

BAPPEDA.NTTPROV.GO.ID - Provinsi Nusa Tenggara Timur secara geografis merupakan provinsi kepulauan sehingga rentang kendali pembangunan sangat luas dan biaya pembangunan sangat tinggi. Dalam pelaksanaan rapat kerja teknis kepala Bappeda se-Nusa Tenggara Timur sekaligus dengan rangkaian pembukaan Musrenbang provinsi NTT yang dilaksanakan di Kupang tanggal 22 s/d 24 Pebruari tahun 2017, hal yang menjadi fokus pertemuan tersebut antaranya, e-planing, penyiapan data terpadu kabupaten/kota dan beberapa isu strategis pembangunan daerah serta nasional.

 

Berbagai tantangan dalam pelaksanaan Musrenbang baik pada tingkat kabupaten/kota, serta Provinsi yang selama ini berjalan masih belum menunjukan sebuah keterpaduan dalam semua aspek kegiatan pembangunan daerah dan sala satunya adalah soal data informasi pembangunan daerah yang sangat minim. Dengan demikian dalam rakor teknis yang saat ini diselenggarakan dan dalam pelaksanaan tuntutan e- planing ke depan, tuntutan keterpaduan data dan informasi antara kabupaten/kota serta provinsi hendaknya dilakukan berdasarkan perinsip-perinsip dengan mengedepankan hal yang mendorong tercapainya keserasian, efektifitas dan efisiensi pemanfaatan sumber pendanaan pembangunan daerah untuk mencapai sasaran dan prioritas daerah dan nasional. Hal tersebut disampaikan Kepala Bappeda provinsi NTT, Ir. Wayan Darmawa, MT, pada saat membuka kegiatan rapat kerja termaksud.

Selain itu dalam rapat kerja kepala Bappeda se –provinsi NTT, dalam arahan yang disampaikan Sekretaris daerah provinsi NTT, Fransiskus Salem,SH, selaku ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah/TAPD, mengangkat isu kemiskinan, yang masih meliputi sebagian besar kabupaten di NTT. Penekanan lain yang di sampaikan Sekda NTT yaitu, pelaksanaan e- Planing wajib di laksanakan pada tahun 2018 mendatang. Beberapa hal yang juga dilaksanakan pada tahun 2018 sebagai berikut, Meningkatkan koordinasi antara semua stakeholders pembangunan agar pembangunan berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan menurunkan kemiskinan, Pendekatan perencanaan tahun 2018 dilakukan dengan perkuatan implementasi Money Follow program, dengan menjaga keterkaitan, konsistensi dan keteraturan antar dokumen perencanaan serta antara dokumen perencanaan dan penganggaran.

Hal-hal yang penting lainnya pada pertemuan rapat kerja teknis kepala Bappeda se- NTT dan juga Satuan kerja Perangkat daerah provinsi NTT yang hadir pada pertemuan tersebut, Sekda NTT memberikan suport untuk setiap aparatur sipil negara yang bertugas di daerah ini, mulai memikirkan/berorientasi untuk menigkatkan pendapatan asli daerah dengan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah yang ada. Perbaikan pola pengalokasian anggaran yang ada dialokasikan benar-benar untuk kegiatan dan Item belanja langsung mengarah kepada pencapaian indikator dan terget kegiatan, integrasi berbagai sumber pendanaan (APBN, APBD, BUMN, NGO, Swasta), untuk mencapai sasaran dan prioritas pembangunan. Bagian lain dalam arahan sekda NTT, yaitu memperkuat pengendalian dan evaluasi sehingga pelaksanaan program/kegiatan dan pertanggungjawaban anggaran berjalan baik, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dapat tercapai/dipertahankan.

Rapat kerja teknis kepala Bappeda akan di lanjutkan di Makasar tanggal 28 Pebruari 2017, dimana hal yang di bahas terkait sejumlah usulan program dan kegiatan tahun 2017 serta pembahasan isu strategis dan prioritas daerah yang menjadi perhatian nasional bagi kegiatan pariwisata, daerah perbatasan, pembangunan bendungan dalam rangka pemenuhan kebutuhan air di NTT. (Edy Latu).

 

Unduh Materi Presentasi

Read 642 times
Last modified on Wednesday, 01 March 2017 07:30