Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

KUNJUNGAN KERJA BAPPEDA PROVINSI SUMATERA UTARA

Rate this item
(0 votes)
Written by  | Published in: Artikel

BAPPEDA.NTTPROV.GO.ID - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sumatera Utara serta perwakilan dari Satuan Kerja perangkat Daerah/SKPD terkait, dari Sumatera Utara melaksanakan kunjungan kerja di provinsi Nusa Tenggara Timur selama 3 hari tanggal 9-11 Nopember 2016. Kunjungan kerja dimaksud untuk melihat secara langsung model pelaksanaan pemeliharan ternak untuk pembibitan sapi potong di Lili, Pasar ternak Lili, dan pelaksanaan kegiatan program pembangunan desa/kelurahan Anggur merah di desa Oesao, serta mengunjungi proyek pembangunan bendungan Raknamo, yang lokasinya berada di wilayah kabupaten Kupang.

Kegiatan kunjungan kerja tersebut mewakili Pemerintah daerah Provinsi Sumatera Utara yang terdiri dari unsur perwakilan dari SKPD terkait serta Bappeda yang sekaligus sebagai ketua Tim di wakili IR. Hasmirizal Lubis, M.SI,Ph.D, kabid Perencanaan Ekonomi & Keuangan.

Pemerintah Provinsi NTT yang telah menetapkan 6 tekad pembangunan yang saat ini telah berjalan dan dilaksanakan langsung oleh rakyat melalui desa/kelurahan di 22 kabupaten/kota, menjadi proses pelaksanaan kegiatan pembangunan yang menarik bagi Pemda Sumut untuk melihat secara langsung program dimaksud yang dijalankan oleh masyarakat desa terkait pemberdayaan ekonomi.Kunjungan kerja di peternakan Lili yang merupakan pembibitan sapi potong yang dilaksanakan oleh UPT Dinas Peternakan Provinsi, dapat menjadi contoh untuk model pemeliharaan sapi potong dan pembibitan serta penyediaan pakan ternak lokal yang nantinya dapat diterapkan di masyarakat Sumatera utara. Hal lain yang menjadi sasaran kunjungan kerja Tim pemda Sumut yaitu, pelaksanaan kegiatan program anggur merah pada kelompok sasaran di desa oesao, dimana alokasi dana yang langsung dikelola masyarakat desa sebesar 250 juta rupiah yang disalurkan langsung melalui rekening koperasi desa untuk dapat bergulir pada setiap kelompok, maupun perorangan anggota masyarakat , untuk dapat menjadi modal usaha produktif dalam upaya pemberdayaan ekonomi keluarga.

Dalam kegiatan kunjungan kerja Tim Pemda Sumut dilanjutkan melihat secara langsung pekerjaan pembangunan bendungan Raknamo yang merupakan sala satu dari 7 proyek pembangunan bendungan di NTT untuk pemenuhan pasokan air baik untuk kebutuhan air baku, air irigasi, konservasi, listrik dan kebutuhan lainnya. Sala satu upaya pemerintah pusat dalam hal ini Ditjen SDA kementerian PUPR untuk mengatasi masalah kekurangan air di NTT, adalah membangun tampungan air hujan. Sampai dengan tahun 2015 telah tersedia bangunan penampung air hujan berupa, Embung kecil sebanyak kurang lebih 1000 buah, Embung irigasi 47 buah, dan bendungan/waduk 1 buah (Tilong Dam). Berdasarkan hasil identifikasi, potensi pembangunan bendungan/waduk di Provinsi NTT sebanyak 50 buah yang tersebar di 3 pulau besar yaitu, pulau Sumba, Timor dan Pulau Flores. Pemerintah telah merencanakan pembangunan 7 buah bendungan di NTT dimana 2 diantaranya sementara dalam proses kontruksi (Raknamo Dam & Rotiklot Dam), dan menyusul 5 buah berikutnya yang sementara dalam proses perencanaan teknis (Napun Gete, Temef, Lambo, Manikin, Kolhua Dam).

Bendungan Raknamo berdasarkan peta topografi, bendungan Raknamo terletak di Sungai Noel Puames yang secara administratif, berada di wilayah dusun IV (dusun Oepoi), dfesa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang. Untuk menuju lokasi bendungan Raknamo, waktu yang ditempuh dari kota Kupang menuju ke arah timur dengan jarak total kurang lebih 46,5 km( 1 jam perjalanan dengan roda empat). Waktu perjalanan yang ditempuh kurang lebih 33 km dari kota kupang sampai di pertigaan kelurahan Naibonat, belok kanan kearah desa Raknamo dengan jarak 10 km melewati desa Manusak. Setelah mencapai jarak tempuh 10 km belok kiri menuju lokasi bendungan sejauh 3,5 km. Pembangunan Bendungan Raknamo, pengguna jasa: kegiatan bendungan I, Satuan kerja PJSA Nusa Tenggara II Provinsi NTT Balai Sungai Nusa Tenggara II. Pelaksana kegiatan Kontruksi PT Waskita Karya (persero) Tbk. Sumber dana APBN Murni, Tahun Anggaran 2014-2019 dengan Biaya Kontruksi : Rp. 710.610.540.000,00. Sesuai rencana dan informasi yang kami dapatkan dari pelaksana kegiatan pembangunan bendungan Raknamo pada tanggal 10 november 2016 disampaikan bahwa, sampai dengan akhir tahun anggaran 2016 pekerjaan akan mencapai 80,16 % dan di harapkan sampai akhir tahun anggaran 2017, capaian kerja 100 %.   (Liputan Edy Latu, Sumber informasi Kement PUPR Ditjen SDA Balai wil Sungai Nusa Tengg. II satuan kerja PJSA prov.NTT).

 

 

Read 852 times
Last modified on Tuesday, 06 December 2016 04:08