Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

HARI NUSANTARA 2016

Rate this item
(1 Vote)
Written by  | Published in: Artikel

BAPPEDA.NTTPROV.GO.ID – Jauh sebelum negeri ini bernama Indonesia, Indonesia sudah dikenal dengan nama Nusantara. Secara etimologis, Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sanskerta, yaitu nusa yang berarti “pulau” dan antara yang berarti “luar”. Nusantara digunakan untuk menyebut pulau-pulau di luar Majapahit (Jawa).

Kata Nusantara didapatkan dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada yang diucapkan dalam upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Kerajaan Majapahit (tahun 1258 Saka/1336 M) yang tertulis di dalam Kitab Pararaton sebagaimana yang tertuang dalam Sumpah Palapa Mpu Prapanca dan Patih Gadjah Madah.

Keberadaan Hari Nusantara menjadi momentum untuk membangkitkan memori masa lalu ketika Sumpah Gajah Madah yang menyatukan seluruh wilayah Nusantara. Wilayah yang terdiri darat dan laut yang menjadi satu kesatuan kepulauan.

Sekilas Sejarah Hari Nusantara

Hari Nusantara melewati jalan yang panjang. Berawal dari Deklarasi Djuanda yang melahirkan Konsepsi Negara Kepulauan pada tanggal 13 Desember 1957, yang berbunyi demikian;

“Bahwa semua perairan di sekitar, diantara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang masuk daratan NKRI adalah bagian-bagian yang tak terpisahkan dari wilayah yurisdiksi Republik Indonesia”.

Kemudian pada tanggal 10 Desember 1982, diselenggarakan Konvensi Hukum Laut III Motenego Bay, Jamaica, yang melahirkan Konsepsi Negara Kepulauan (Archipelagic State) BAB IV Konvensi Hukum Laut (United Nation Convention on The Law of The Sea/UNCLOS) 1982. Konvensi ini mendorong lahirnya Undang-Undang No. 17 Tahun 1985 tentang Ratifikasi Unclos.

Pencanangan Hari Nusantara baru dapat dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 1999, kemudian diatur atau dimuat dalam regulasi Keputusan Presiden No. 126 Tahun 2001 tentang Hari Nusantara.

Tujuan Hari Nusantara

Tujuan Hari Nusantara yang diperingat setiap tanggal 13 Desember adalah sebagai berikut;

  • Mengubah cara pandang (mindset) bangsa Indonesia mengenai ruang hidup dan ruang juang dari matra darat menjadi matra laut (matra darat dan matra laut berimbang);
  • Menjadikan bidang kelautan sebagai arus utama (mainstream) pembangunan nasional;
  • Menghasilkan model pembangunan terintegrasi lintas sektor bagi daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal;
  • Mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang mampu mensejahterakan rakyatnya.

Sasaran Hari Nusantara

Sasaran dari pelaksanaan Hari Nusantara setiap tahun, antara lain;

  • Terlaksananya kegiatan bidang;
  • Terpublikasinya Hari Nusantara;
  • Terjadinya sinergisitas kegiatan antara kementerian/lembaga, provinsi, kabupaten/kota;
  • Terlibatnya masyarakat dan pelaku usaha dalam menyukseskan Hari Nusantara;
  • Terselenggaranya puncak acara Hari Nusantara dengan sukses.

Fase Kegiatan Hari Nusantara

Kegiatan Hari Nusantara terdiri dari tiga fase atau tahap, yakni;

  • Pra. Pada tahap ini diisi dengan berbagai kegiatan bidang.
  • Puncak. Fase puncak meliputi berbagai kegiatan sebagai berikut:
    1. Seremonial;
    2. Gelar Budaya;
    3. Pameran;
    4. Atraksi kelautan;
    5. Peresmian-peresmian.
  • Pasca. Fase pasca Hari Nusantara meliputi berbagai kegiatan sebagai berikut:
    1. Keberlanjutan Pembangunan;
    2. Kegiatan Hari Nusantara sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat terutama percepatan pembangunan infrastruktur;
    3. Daerah yang dijadikan kegiatan Hari Nusantara lebih dikenal masyarakat luas;
    4. Kunjungan wisatawan meningkat (destinasi wisata);
    5. Kegiatan perekonomian dimasyarakat meningkat;
    6. Sarana prasarana yang dibangun sudah dimanfaatkan secara optimal.

Komponen yang Terlibat

Kegiatan Hari Nusantara melibatkan partisipasi seluruh komponen sebagai berikut;

  • Kementerian/Lembaga;
  • Pemerintah Provinsi;
  • Pemerintah Kabupaten/Kota;
  • DPRD Provinsi/Kabupaten;
  • Masyarakat;
  • Sektor Swasta

Peran Masing-masing Komponen

  • Peran Kementerian dan Lembaga :
    1. Menyiapkan SK Panitia Nasional Penyelenggaraan Hari Nusantara;
    2. Mengintervensi pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, bhakti sosial dan kegiatan lainnya sesuai bidang masing-masing;
    3. Menkoordinir pelaksanaan Sailing Pass dan atraksi kelautan lainnya;
    4. Menkoordinir Launching Hari Nusantara serta Diplomatic Tour;
    5. Mengagendakan Rapat Koordinasi tingkat pusat dan daerah;
    6. Melakukan publikasi (media cetak dan elektronik).
    7. Menetapkan Tema
  • Peran Pemerintah Provinsi :
    1. Mempersiapkan Panitia tingkat Provinsi dengan melibatkan seluruh SKPD + lembaga terkait di daerah dan masyarakat;
    2. Menyusun Proposal dan Master Plan Pembangunan di wilayah pesisir dan laut
    3. Menggerakkan Masyarakat dan Swasta;
    4. Melaksanakan Acara Puncak Peringatan Hari Nusantara;
    5. Mengagendakan Rapat Koordinasi dengan pusat dan daerah;
    6. Melakukan publikasi (media cetak dan elektronik);
    7. Melaksanakan kegiatan Diplomatic Tour dan Gala Dinner;
    8. Mengkoordinasikan implementasi kegiatan bidang di Provinsi dan Kabupaten;
    9. Menginventarisir hasil-hasil pembangunan yang akan diresmikan Presiden/ Wapres;
  • Peran DPRD :
    1. Menetapkan political will Hari Nusantara;
    2. Menyetujui anggaran Hari Nusantara;
    3. Turut mensukseskan Hari Nusantara.
  • Peran Pemerintah Kabupaten/Kota :
    1. Mempersiapkan Panitia tingkat Kabupaten/Kota dengan melibatkan seluruh SKPD dan lembaga terkait di daerah, swasta dan masyarakat;
    2. Menyiapkan lokasi acara puncak;
    3. Mengagendakan Rapat Koordinasi dengan pusat dan daerah;
    4. Melaksanakan Acara Puncak Peringatan Hari Nusantara;
    5. Melaksanakan kegiatan Diplomatic Tour
    6. Melakukan publikasi (media cetak dan elektronik);
    7. Menggerakkan masyarakat dan swasta;
    8. Menyiapkan akomodasi, transportasi dan konsumsi;
    9. Menyusun proposal dan master plan Pembangunan.
  • Peran Swasta :
    1. Menjadi pilar suksesnya kegiatan di lokasi Puncak Acara Hari Nusantara
  • Peran Masyarakat :
    1. Menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan;
    2. Menyiapkan kuliner, cinderamata dan guide;
    3. Turut memeriahkan pelaksanaan Peringatan Hari Nusantara, melalui atraksi budaya perkecamatan.

Bidang Kegiatan Hari Nusantara

Bidang-bidang kegiatan yang diselenggarakan pada Hari Nusantara meliputi :

  1. Bidang acara dan perlengkapan;
  2. Bidang pameran;
  3. Bidang seminar;
  4. Bidang gerakan bersih pantai dan laut;
  5. Bidang olahraga bahari dan perlombaan;
  6. Bidang parade kapal;
  7. Bidang pemberian penghargaan;
  8. Bidang pembangunan;
  9. Bidang protokol, humas dan dokumentasi;
  10. Bidang akomodasi;
  11. Bidang transportasi;
  12. Bidang BUMN bangun desa.

 

Hari Nusantara memiliki peran yang strategis dalam rangka mendukung Indonesia sebagai poros maritim dunia. Hari Nusantara juga memiliki arti penting bagi bangsa Indonesia, yakni mengembalikan kejayaan masa lampau nenek moyang yang pernah disegani bangsa lain. Singkat kata, Hari Nusantara memiliki multiplier effects terhadap seluruh sektor pembangunan. *** (Elvis P Naimuti dan Gergorius Babo)


Unduh : Materi Rapat Persiapan Hari Nusantara 2016


Read 1748 times
Last modified on Wednesday, 20 April 2016 02:00