Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

UNDP SPARC Dukung Pelatihan TOT Bagi Petugas Lapangan

Rate this item
(1 Vote)
Written by  | Published in: Artikel

Undp Sparc TotPermasalahan kekeringan di Nusa Tenggara Timur yang setiap tahun dirasakan oleh beberapa daerah, merupakan sebuah tantangan tersendiri yang perlu dijawab sendiri oleh warga masyarakat NTT dalam berbagai isu perubahan iklim. Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan keterbatasan musim hujan dan lebih banyak musim kemarau pada setiap tahun berjalan, sangat di perlukan sebuah proses penilaian iklim, dalam berbagai cara dengan disesuailkan kondisi di daerah bersangkutan. Hal terkait dengan kondisi iklim di beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur, melalui dukungan SPARC berupaya menjawab permasalahan yang terjadi melalui pelatihan Training Of Trainer (TOT) bagi petugas lapangan.

 

Adaptasi perubahan iklim merupakan langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasi dan mengantisipasi dampak perubahan iklim pada suatu wilayah. Sebagai langkah dalam mendukung program adaptasi perubahan iklim, Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan UNDP bekerjasama dalam proyek adaptasi perubahan iklim SPARC (strarategic planning and action to strengthen climate resilince of Rural Communities in Nusa Tenggara Timur Provinsi). Sala satu komponen dari kegiatan SPARC adalah merekomendasikan aksi-aksi adaptasi yang dapat di sinergikan dengan program Pemerintan Provinsi NTT yang berbasiskan desa/kelurahan antara lain Program Desa Mandiri Anggur Merah/Program DMAM

 

Dalam mendukung upaya peningkatan Sumber Daya Manusia pada target untuk kabupaten yaitu para penyuluh pertanian kabupaten Manggarai, Sumba Timur, dan Sabu Raijua, staf teknis SKPD terkait tingkat Provinsi antaranya Badan Ketahanan pangan, Badan Lingkungan Hidup Daerah dan Dinas Pertanian dan Perkebunan, UNDP SPARC melaksanakan pelatihan Training Of Trainer (TOT) Sekolah Lapang Iklim dan Kalender Tanam, yang berlansung di Kupang/Hotel Sylvia, tanggal 13 – 15 Oktober 2014.

 

Peningkatan kapasitas pelatihan TOT bagi staf teknis penyuluh pertanian lapangan baik tingkat kabupaten maupun provinsi yang berjumlah 40 orang peserta, tidak saja diberikan dalam aspek penguatan perencanaan, namun juga dari aspek kemampuan teknis dibidang iklim yang selanjutnya dapat memperkuat kemampuan kapasitas ketahanan iklim di tingkat masyarakat. Penguatan teknis tersebut antara lain dengan aspek informasi iklim di tingkat masyarakat. Penguatan pelaksanaan sekolah lapang iklim (SLI) dan pemahaman kalender tanam (Katam) telah dikembangkan oleh Kementerian Pertanian dan menjadi Modul didalam implementasi adaptasi perubahan iklim berbasis masyarakat.

 

Kepala Bappeda Provinsi NTT, Ir. Wayan Darmawa, MT, ketika membuka kegiatan bagi peserta pelatihan TOT untuk penyuluh pertanian lapangan mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT telah melaksanakan dukungan langsung terhadap masyarakat yang berbasis desa/kelurahan di semua kabupaten/kota se Provinsi NTT sejak tahun 2011. Untuk itu, apa yang dilakukan oleh SPARC saat ini merupakan hal untuk lebih mengasah kegiatan pada ujung tombak yaitu desa, pelatihan ini dimaksudkan , para penyuluh pertanian lapangan sebagai ujung tombak pemberi informasi, dapat menjadi pelatih bagi masyarakat desa dalam upaya mendorong masyarakat desa memahami perihal terkait dampak perubahan iklim yang terjadi saat ini, untuk berbenah diri dalam mengantisipasi pola musim tanam, baik untuk tanaman umur pendek maupun tanaman umur panjang. Pada bagian lain Ir. Wayan Darmawa MT, menyampaikan pula kepada peserta pelatihan antaranya, sangat dibutuhkan kemampuan para penyuluh lapangan memahami isu perubahan Iklim dalam berbagai aspek pembangunan, maka diperlukan langkah inovasi keterpaduan, mengasah serta memastikan pengetahuan dan pembelajaran melalui pelatihan TOT tentang hal teknis perubahan iklim untuk membagi informasi yang tepat sasaran bagi masyarakat . Dukungan dari penyuluh pertanian lapangan untuk kemitraan dalam keterpaduan peningkatan kapasitas informasi pengelolaan pertanian bagi masyarakat lokal merupakan, upaya mengasah kemampuan masyarakat desa sebagai ujung tombak pembangunan demi meningkatkan pengelolaan alokasi sumber daya lokal kearah yang lebih baik. (Tim BARITA/Edy Latu)

Read 796 times
Last modified on Tuesday, 14 October 2014 06:48